Fenomena Gunung Menangis Bikin Panik Warga, Begini Penjelasan Dinas ESDM

MENANGIS. Fenomena air terjun dadakan yang disebut warga sebagai fenomena gunung menangis terjadi di Gunung sembalun dan membuar warga panik.

MENANGIS. Fenomena air terjun dadakan yang disebut warga sebagai fenomena gunung menangis terjadi di Gunung sembalun dan membuar warga panik.

KLIKSANDI.COM, Lombok — Fenomena air terjun yang mendadak muncul di Gunung Sembalun, Lombok Timur, NTB membuat warga di sekitar Sembalun menjadi panik. Warga menyebut, air terjun dadakan itu sebagai fenomena gunung menangis.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), NTB akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai fenomena itu. Kejadian ini disebut karena proses alamiah akibat curah hujan yang tinggi.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Niken Arumdati menjelaskan, berdasarkan data dan analisis Badan Geologi, fenomena tersebut merupakan proses alamiah yang terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.

“Kondisi ini menyebabkan peningkatan limpasan permukaan (runoff) pada lereng-lereng perbukitan di wilayah Sembalun, khususnya di sekitar Desa Sembalun Bumbung,” kata Niken, Senin (15/12/2025).

Secara geologi, perbukitan di kawasan Sembalun tersusun oleh breksi vulkanik dan lava yang relatif kedap air. Sehingga air hujan tidak terserap secara optimal ke dalam tanah.

Akibatnya, air mengalir di permukaan mengikuti alur-alur alami berupa sungai atau cekungan intermiten. Pada saat debit meningkat tampak sebagai air terjun yang muncul secara sementara.

“Fenomena ini akan berangsur menghilang setelah intensitas hujan menurun,” katanya.

Badan Geologi Kementerian ESDM RI menegaskan bahwa fenomena ini tidak terkait dengan aktivitas kegunungapian maupun kejadian geologi berbahaya lainnya. Sehingga masyarakat tidak perlu panik.

Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan lebat, khususnya di area lereng curam dan tebing. Karena potensi bahaya yang mungkin timbul adalah jalan licin serta material tanah atau batuan yang terbawa aliran air.

Sementara itu, Dinas ESDM Provinsi NTB akan terus berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Koordinasi ini untuk melakukan pemantauan dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Sebelumnya, masyarakat Sembalun dihebohkan dengan munculnya air yang turun dari sela-sela bukit di kawasan tersebut. Sehingga dari kejauhan tampak seperti air terjun. Tampak air mengalir dengan deras dari perbukitan meskipun bukan jalur sungai.

Ketua Komunitas Pemerhati Lingkungan Hidup (KPLH) Sembapala Sembalun, Rijalul Fikri, menyebutkan, fenomena bermunculannya air terjun dadakan tersebut membuat warga sekitar menjadi panik dan khawatir.

“Kita paniklah kalau begini keadaannya, karena ada trauma masa lalu juga ketika banjir besar yang sampai menelan jiwa, merusak perumahan dan persawahan warga terutama masyarakat yang tinggal dipinggiran sungai itu,” kata Rijal, Selasa (9/12/2025).

Rijal menyebutkan, air dari perbukitan kemudian mengalir ke sungai sehingga meluap dan merendam sawah warga.

“Airnya ke sungai dan persawahan, kalau ke rumah warga belum ada. Kalau sawah petani kurang lebih sekitar tiga hektar yang terdampak, itu tanaman hortikultura semua,” jelasnya.(egg)

Leave a Reply