KLIKSANDI.COM, Barru — Meski mendapat penolakan oleh para aktivis lingkungan di Barru, PT Conch sepertinya tetap akan beroperasi. Perusahaan pabrik semen ini bahkan menawarkan peluang 1.500 lowongan kerja untuk warga lokal Barru.
Hal itu terungkap saat PT Conch menggelar diskusi publik bersama Forum Lembaga dan Media Lokal Barru di Hotel Yutefa Barru, Sulawesi Selatan pada Kamis, (13/11/25). Direktur PT Conch, Mr. Wang, yang diwakili oleh Mr. Toni, menyatakan bahwa proyek ini dirancang untuk memberikan keuntungan bersama, seperti membuka lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan pajak daerah.
“Kami komitmen menyediakan sekitar lapangan kerja langsung bagi para pekerja lokal,” kata Mr. Toni .
Ia juga katakan, Tingkat lokalitas karyawan ditargetkan mencapai lebih dari 80 persen setelah tiga tahun beroperasi, dan meningkat menjadi lebih dari 90 persen setelah lima tahun.
“Secara total, PT Conch berpotensi menyerap hingga 1.500 tenaga kerja di Barru,” terangnya.
Lanjut ia katakan, Manfaat lain dari proyek Conch Barru, mampu peningkatan penerimaan pajak pemerintah daerah dan fokus pada pengembangan talenta lokal melalui pendidikan serta magang industri moderen.
“Hadirnya Investasi ini akan menjadi fasilitator bagi pertumbuhan sektor-sektor terkait seperti logistik, transportasi, konstruksi, infrastruktur, dan layanan makanan dan minuman,” katanya.
Kawasan industri ini diharapkan menjadi pusat pembinaan sumber daya manusia untuk mendukung sektor industri berkelanjutan di wilayah Kabupaten Barru.
Sebelumnya, protes mengenai keberadaan tambang terus bergulir di Kabupaten Barru. Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Pejuang Lingkungan Hidup (APLH) Sulsel secara tegas menyatakan penolakan terhadap keberadaan tambang di Barru. Tambang disebut menjadi salah satu pemicu kerusakan lingkungan dan banjir di kawasan itu.
Penolakan ini disampaikan untuk semua tambang. Termasuk kehadiran Pabrik Semen PT Conch Barru. Pembangunan semen CONCH akan memperparah kerusakan lingkungan di Barru
“Kehadiran CONCH menambah masalah baru kerusakan lingkungan akibat pertambangan bahan baku semen yang semakin merajalela,” kata Bidang Advokasi dan Kajian Lingkungan APLH, Rahmat Rizal, Kamis (13/11/2025).
Kehadiran pabrik akan menambah kebutuhan bahan baku yang dihasilkan dari mengeruk dan merusak bentang alam batuan dan karst. Rencana lokasi pembangunan pabrik akan mengalami efek kerusakan ekosistem yang menyebabkan areal penangkapan ikan akan semakin jauh.
“Kami menyerukan seluruh masyarakat Sulsel khususnya Barru agar bersama-sama melakukan penolakan terhadap rencana kehadiran CONCH di Barru yang dinilai merusak lingkungan dan mata pencaharian warga setempat,” ungkapnya.(egg)

Leave a Reply