“Jika Pemkab Maros Tutup Mata, Kami Tutup Jalan!” Warga Moncongloe Kebanjiran Setiap Tahun

PROTES. Warga Moncongloe Maros tiap tahun dilanda banjir. Mereka protes ke pemerintah lantaran tak pernah ada solusi.

PROTES. Warga Moncongloe Maros tiap tahun dilanda banjir. Mereka protes ke pemerintah lantaran tak pernah ada solusi.

KLIKSANDI.COM, Maros Banjir kembali terjadi di kompleks perumahan Bumi Findaria Mas 1, di Moncongloe, Maros, Kamis, 13 November 2025. Hampir setiap tahun, kawasan ini dilanda banjir. Warga di kompleks itu protes ke pemerintah dengan menutup jalan.

Mereka menuntut perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros atas persoalan banjir yang terus berulang setiap kali hujan turun. Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk besar bertuliskan: “Jika Pemkab Maros Tutup Mata, Kami Akan Tutup Jalan!”

“Kami sudah lama bersabar. Setiap hujan turun, air masuk ke rumah-rumah warga. Drainase tidak berfungsi dengan baik, dan pemerintah seperti menutup mata,” ujar Las Sakka salah seorang warga Perumahan Bumi Findaria Mas 1 yang berada di lokasi.

Aksi spontan itu dilakukan setelah hujan deras mengguyur Maros sejak sore hingga malam hari. Akibatnya, jalan di depan kompleks Bumi Findaria Mas 1 tergenang air setinggi betis orang dewasa. Kondisi ini juga mengganggu aktivitas warga dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Kondisi terparah terjadi di depan Kantor Desa Moncongloe, banjir terus menggenang. Tak ada akses pelepasan air lantaran akses ke arah drainase sekunder Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), tertutup.

Drainase di kawasan tak terkoneksi. Akibatnya, dengan kontur lebih landai, kawasan kantor desa yang mendapat dampak paling parah. Dua perumahan terdampak dengan 700-an rumah di dalamnya.

Di Perumahan Bumi Findaria Mas (BFM) 1, seluruh rumah terdampak banjir. Jalanan tak lagi terlihat karena terendam air sejak Minggu, 9 November 2025. Lantaran akses tertutup, debit air terus meninggi di permukiman itu.

Lainnya, di Perumahan Dosen Unhas yang masih bertetangga dengan BFM 1. Seratusan rumah terdampak banjir, bahkan puluhan di antaranya terendam. Dua kubu warga dua perumahan itu bahkan sempat bersitegang lantaran ada pembangunan di atas saluran air di kawasan Perumahan Dosen Unhas.

“Kalau tahun lalu, masih ada akses air ke arah drainase depan Poltek (PNUP, red). Tapi sekarang, semua drainase ke arah sana sudah tertimbun,” ujar Andi Safril, Ketua Ikatan Keluarga BFM 1, Kamis, 13 November 2025.

Warga lainnya, Syafrullah, menegaskan, sistem drainase di Moncongloe amuradul. Akibatnya, kawasan landai akan mendapat limpahan air berlebih setiap kali hujan lantaran air terjebak di situ.

“Saluran air, got dan selokan, tersumbat oleh sampah. Drainase tidak dirancang dengan kapasitas yang cukup,” kata pria yang berprofesi sebagai pendidik itu.

Kepala Desa Moncongloe, Muhammad Iqbal, mengatakan banjir yang terjadi bukan hanya akibat curah hujan tinggi. Namun juga karena sistem drainase yang tidak berfungsi optimal.

Tumpukan material sampah kiriman di bawah jembatan juga menyumbat akses air. “Yang terdampak itu ada beberapa titik. Seperti kantor desa dan perumahan dengan ketinggian bervariasi,” katanya.

Di samping kantor desa ketinggian sekitar 30 sampai 50 sentimeter, dan di pemukiman sekitar 30 sentimeter. “Untuk faktor penyebabnya selain curah hujan yang tinggi, juga disebabkan adanya kiriman sampah material, di jembatan sehingga saluran air itu tersumbat” katanya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan (PUTRPP) Maros agar dilakukan normalisasi saluran air. Dia berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar banjir tahunan di Moncongloe tidak terus mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Maros pun siaga. Mereka telah menyiagakan posko siaga bencana 24 jam sejak sepekan terakhir.

“Kita sudah menyiagakan sekitar 30 personel yang disiagakan setiap hari dengan sistem dua sif untuk memastikan respons cepat jika terjadi bencana,” kata Kepala BPBD Maros, Towadeng.

Pihaknya juga sudah memetakan wilayah rawan bencana banjir dan longsor. Hanya saja, BPBD belum turun ke Moncongle, kawasan yang di dalamnya dua perumahan terdampak genangan sejak pekan lalu.

“Sebagai langkah mitigasi, kami juga sudah melakukan pemangkasan pohon rawan tumbang di sejumlah titik, terutama di sepanjang jalur Poros Makassar–Maros hingga Maros–Bone,” katanya.

Saat ini, Jalan Poros Pammanjengan-BTP terendam banjir. Akses itu merupakan jalan provinsi. Jalur ini merupakan akses penting penghubung antar Maros dengan Makassar.

Salah seorang pengguna jalan, Beni, mengaku kawasan ini sudah menjadi langganan banjir tiap tahun. Olehnya itu, dia berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki sistem drainase agar masalah ini tidak terus berulang.

“Kalau lewat sini memang harus pelan-pelan, airnya tinggi sekali. Hampir tiap tahun banjir di sini, tapi belum ada penanganan yang jelas,” ungkapnya.(egg)

Leave a Reply