KLIKSANDI.COM, Enrekang – Polisi di Kabupaten Enrekang akhirnya mengungkap tabir kematian wanita berinisial YL (25). Korban ditemukan tewas setelah suaminya sendiri melapor jika korban nekat gantung diri.
Belakangan, polisi mengungkap jika korban bukanlah gantung diri. Korban tewas dibunuh, kemudian jasadnya digantung.
Kasus ini terungkap setelah polisi melakukan autopsi terhadap korban. Dari hasil autopsi itu, ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Ada beberapa luka. Di antaranya luka di bagian mata dan kepala. Selain itu, ada pula luka di bagian lehernya.
“Hasil autopsi ada luka di leher. Sebelumnya ada memang memar di bagian mata dan di kepala karena sempat pelaku benturkan korban di pohon,” kata kasat Reskrim Polres Enrekang, Iptu Herman.
Herman mengatakan, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku secara intensif. Dari keterangan tersangka, diketahui jika tersangka sebenarnya sudah melakukan perencanaan untuk mengeksekusi istrinya itu.
Awalnya, kata Herman, tersangka ingin menghabisi nyawa istrinya dengan benda tajam. Namun, karena takut dengan darah, tersangka akhirnya menganiaya korban hingga pingsan.
“Kejadiannya memang di lokasi kebun. Korban sempat dipukul lebih dulu di bagian mata. Setelah itu, pelaku menyiapkan selang air dari karet yang ditemukan di sekitar lokasi untuk menggantung korban hingga meninggal,” jelasnya.
“Sebenarnya pelaku membawa pisau (untuk membunuh korban), tapi dia mengaku takut melihat darah, jadi memutuskan untuk menggantung korban,” bebernya.
Setelah menghabisi korban, pelaku melaporkan peristiwa itu ke keluarganya bahwa korban tewas dengan cara gantung diri. Pihak keluarga dan polisi kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah menggantung korban, pelaku menyampaikan ke keluarganya bahwa istrinya bunuh diri. Keluarga kemudian melapor ke polisi dan petugas ke tempat kejadian,” jelasnya.
Namun pihak keluarga curiga dengan kematian korban hingga meminta jasad korban diautopsi. Dari hasil autopsi terungkap korban mengalami tindakan penganiayaan.
Setelah mendapatkan alat bukti yang cukup, polisi mengamankan YD sebagai pelaku pembunuhan terhadap istrinya. Pelaku pun mengakui perbuatannya menghabisi istri dengan cara menggantung di pohon karena cemburu.
Motif dari pembunuhan itu diketahui adalah perasaan cemburu. Dia menyebut, tersangka cemburu lantaran korban menghapus pesan di Whatsapp. Tersangka curiga, pesan whatsaap itu adalah komunikasi dengan selingkuhannya.
“Pelaku mengakui perbuatannya karena cemburu dan menuduh korban berselingkuh, karena sebelumnya pelaku melihat ada chat korban dengan seseorang, lalu chat itu dihapus. Itulah yang membuat pelaku marah,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, YL (25) ditemukan tewas di sebuah kebun di Desa Sumillan, Kecamatan Alla, Enrekang pada Sabtu (18/10/2025) sekitar pukul 08.00 Wita. Pelaku awalnya mengajak korban ke kebun setelah keduanya terlibat cekcok.
Setelah membunuh istrinya sendiri, tersangka lalu melaporkan peristiwa itu ke keluarga bahwa korban tewas bunuh diri.(egg)

Leave a Reply