F8 Masuk Jajaran Tiga Besar Event Kreatif Tanah Air, Sejajar Synchronize dan Pestapora

MERIAH. Ajang tahunan Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) kembali digelar tahun ini

Ajang tahunan Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) kembali digelar tahun ini

KLIKSANDI.COM, MakassarEvent kreatif Makassar International Eight Festival and Forum (F8) telah selesai. Event F8 ini disebut masuk dalam jajaran tiga besar event kreatif terbesar tanah air. Posisinya setara dengan synchronize dan Pestapora.

Tahun kedepan digelar, F8 mengusung tema seirama, Funtastic Eight. Nuansa F8 tahun ini sangat beda, ini kali pertamanya event ini digelar di luar Pantai Losari, yakni di Trans Studio Mall (TSM) Jl Metro Tanjung Bunga.

Founder F8, Danny Pomanto menyampaikan, secara ruang, lokasi ini memang sempit, namun tak mengurangi sedikitpun makna gelaran F8.

F8 tetap menjadi pesta rakyat terbesar yang dikunjungi masyarakat dari segala penjuru.

“Yang datang itu bukan cuma warga lokal, ada dari Manado, Maluku, Ambon, Toli-toli, Palu. Kalau Sulsel semua lengkap,” ucap Danny Pomanto.

Kata Danny, pengunjung F8 kali ini murni dari penggemarnya yang selalu menantikan event ini setiap tahun. Tujuh tahun berturut-turut, panggung F8 diramaikan oleh seluruh perangkat daerah lingkup Pemkot Makassar.

Tahun ini tak lagi sama. Meski begitu, F8 bisa tetap terselenggara dengan baik. Baginya, semangat dan nyawa F8 harus tetap sama saat event ini kali pertama hadir pada 2017 lalu.

“Terlau bodoh kita kalau F8 berhenti, karena ini sudah di puncak,” tegas eks Wali Kota Makassar dua periode ini.

F8 kata Danny salah satu event seni dan ekraf yang jadi perbincangan musisi tanah air selain Synchronize Fest dan Pestapora.

Kedepan, ia akan memperbanyak ruang-ruang diskusi bersama pegiat event di Indonesia untuk keberlanjutan F8 yang lebih spektakuler.

“F8 itu dianggap terbesar sebagai tempat kumpulnya anak muda dan kreativitas. Itu yang sampaikan teman-teman dari Jakarta, jadi ada tiga yang diperbincangkan, Synchronize, Pestapora dan F8,” ujar Danny.

F8 digagas sebagai ruang pertemuan seni, budaya, dan industri kreatif.

Event ini memadukan delapan subsektor mencakup kuliner, fesyen, musik, film, seni rupa, literasi, seni pertunjukan, serta flora dan fauna

Untuk event music, penyelenggara F8 mendatangkan sejumlah musisi tanah anjir seperti Andra and The Backbone, Piche Kota, Rony Parulian, Geisha, dan Dikta Wicaksono. Musisi dan band lokal juga diberi ruang berekspresi dalam ajang ini.

Untuk fashion, F8 berkolaborasi dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Makassar. F8 juga memberi kesejahteraan pelaku UMKM untuk menggerakkan perekonomian.

Total 63 booth kuliner berpartisipasi. Berbagai pertunjukan budaya dan aksi komunitas turut memeriahkan festival ini.

Keistimewaan F8 berhasil menembus top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata selama beberapa tahun berturut-turut.

Bagi Danny, delapan tahun F8 sudah cukup merefleksi dan megevaluasi kelemahannya. Saatnya menyempurnakan.

“Kedepan bukan hanya sekadar F8 Tapi edukasi dan pendidikan seni dengan arena baru yang tetap, saya lagi cari arena sehingga semua bisa di desain dan dipromosi sejak awal,” tuturnya.

Kementerian Pariwisata mendukung terselenggaranya top 10 KEN ini. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa hadiri langsung saat pembukaan, Rabu (24/9/2025). Ia mengapresiasi F8 berhasil masuk dalam kalender Pariwisata RI.

“Ini bukan hanya festival hiburan, tapi sudah terbukti mampu menggerakkan wisatawan Nusantara dan mancanegara, serta menciptakan perputaran ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman, budayawan, dan tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Ni Luh Puspa pun menantang F8 Makassar agar dikemas lebih menarik di tahun mendatang.

“Saya sampaikan bagaimana di tahun mendatang F8 tampil out of the box, sehingga ada hal baru agar orang mau datang,” katanya.(egg)

Leave a Reply