Demo di Makassar Berlanjut, Dua Kampus Besar Mulai Bergerak

BERGERAK. Mahasiswa Unhas dan Unismuh mulai bergerak untuk melakukan aksi unjuk rasa. Demo di Makassar terus berlanjut.

BERGERAK. Mahasiswa Unhas dan Unismuh mulai bergerak untuk melakukan aksi unjuk rasa. Demo di Makassar terus berlanjut.

KLIKSANDI.COM, Makassar — Aksi unjuk rasa di Makassar terus berlanjut usai kantor DPRD Makassar dan DPRD Sulsel ludes terbakar. Informasi yang dihimpun, aksi demo hari ini, Sabtu, 30 Agustus akan dimotori dua kampus besar di Makassar; Unhas dan Unismuh.

Setidaknya, ada tiga titik aksi unjuk rasa di Makassar, hari ini. Aksi ini, juga diperkirakan akan berlanjut hingga malam hari.

Sejak pagi, Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) akan turun ke jalan. Massa sekitar 150 orang dipimpin Bung Oshi dijadwalkan menggelar aksi di pertigaan Jalan Alauddin–Jalan A.P. Pettarani, termasuk di depan Markas Brimob Polda Sulsel. Tuntutan mereka tajam: mendesak agar pasangan Presiden–Wakil Presiden Prabowo-Gibran digulingkan.

Gelombang berikutnya mulai melakukan pergerakan pukul 13.00 Wita di depan Kampus Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Sekitar 150 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unhas Bersatu, dipimpin Rifky dari Fakultas Ilmu Budaya, berencana menggelar protes terkait tewasnya seorang demonstran di depan DPR RI yang tertabrak kendaraan Polri. Massa ini membawa seruan yang lebih jauh: pembubaran DPR.

Tak berhenti di situ, pukul 15.00 Wita, jalanan di depan Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jalan Sultan Alauddin, diperkirakan menjadi panggung unjuk rasa terakhir hari itu. Sekitar 200 mahasiswa BEM Fakultas Teknik Unismuh di bawah komando A. Rama Ramadhan akan menyorot kebijakan pemerintah dan kinerja DPR yang dinilai mengecewakan.

Tiga aksi dengan isu berbeda namun sama-sama menggugat otoritas negara ini berpotensi menguji kesiapan aparat dalam menjaga keamanan kota. Sabtu di Makassar bukan sekadar akhir pekan, melainkan hari yang menegangkan ketika jalan raya berubah menjadi mimbar politik rakyat.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemarahan publik yang meluas ini tak lepas dari peristiwa ricuh sehari sebelumnya. Pada Jumat, 29 Agustus 2025, ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat turun ke jalan sejak siang hari.

Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah ricuh menjelang malam. Massa berhasil menduduki Gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Sulsel, sebelum akhirnya membakarnya hingga tinggal puing.

Tidak hanya itu, kerusuhan juga menyasar fasilitas lain milik pemerintah dan aparat penegak hukum. Gedung Kejaksaan Tinggi Sulselbar ikut dibakar, demikian pula dua pos polisi yang berada di beberapa titik kota.

Api melalap sejumlah kendaraan dinas dan pribadi yang terparkir di halaman gedung DPRD. Diperkirakan lebih dari 70 unit kendaraan roda dua dan roda empat hangus terbakar.

Kerusuhan tersebut juga memakan korban jiwa. Dari data sementara, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tujuh orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban diduga meninggal akibat terjebak dalam kobaran api di ruang rapat paripurna DPRD Kota Makassar.

Sementara sebagian lainnya nekat melompat dari lantai empat gedung untuk menyelamatkan diri. Salah satu korban yang meninggal dunia diketahui adalah Sarina, staf pendamping dari Fraksi PDIP DPRD Kota Makassar.

Dua korban lain adalah Abay, staf Humas dan Protokol Pemkot Makassar, serta Saiful Akbar, Kepala Seksi di Kecamatan Ujung Tanah. Ketiganya gagal menyelamatkan diri saat api semakin membesar di dalam gedung.

Situasi Pasca Kericuhan

Sejak Sabtu pagi, gedung DPRD yang tinggal rangka menjadi tontonan warga.

Namun, pemandangan memilukan terjadi ketika sebagian warga justru memanfaatkan situasi dengan menjarah barang-barang yang masih bisa diselamatkan, mulai dari mesin pendingin udara hingga besi-besi kendaraan yang telah hangus.

Kerugian akibat kerusuhan ini ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Gedung DPRD Kota Makassar, misalnya, baru saja selesai direnovasi pada tahun 2024 dengan anggaran sebesar Rp5,7 miliar.

Sejumlah fasilitas, seperti lantai, backdrop dinding, plafon, hingga ruang rapat paripurna yang baru diperbaiki kini hangus tidak bersisa.

Pemerintah Kota Makassar bersama aparat TNI berupaya menenangkan situasi. Ratusan personel masih disiagakan di beberapa titik rawan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan. Meski begitu, seruan untuk kembali turun ke jalan terus menggema di media sosial dan forum-forum mahasiswa.(egg)

Leave a Reply