KLIKSANDI.COM. Makassar — Makassar menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik. Proyek yang bernama PSEL yang dijamin ramah lingkungan, tidak bau dan antipolusi. PSEL ini diharapkan dapat menjadikan Makassar sebagai daerah surplus energi listrik.
Proyek strategis nasional (PSN) ini berlokasi di Gudang Eterno Jl Ir Sutami Kecamatan Tamalanrea. Proyek ini telah berkontrak dengan PT SUS Environment Co. Ltd, perusahaan waste to energy (WtE) global yang berhasil mengurangi emisi karbon.
Melalui juru bicaranya, Presiden PT SUS, Zhang Jie (Jack Zhang), menjelaskan, proyek ini akan menggunakan teknologi pembangkit listrik dari pembakaran sampah yang canggih. Proyek semacam ini sudah teruji di berbagai negara. Di antaranya adalah Tiongkok, Eropa, Amerika, Jepang, dan Korea Selatan.
SUS Environment Co. Ltd telah berinvestasi dalam pembangunan dan pengoperasian lebih dari 85 proyek di Tiongkok. Kapasitas pengolahan sampah harian lebih dari 120.000 ton. Proyek-proyek lainnya juga sedang dilaksanakan di Thailand, Vietnam, Uzbekistan.
“Proyek ini akan menjadi solusi atas darurat sampah sekaligus mendukung target netral karbon Indonesia,” ujar Zhang.
Dia mengatakan, berkat teknologi ini, maka diperkirakan 90 persen sampah yang ada di Makassar akan dikelola menjadi energi listrik. Sampah di Makassar akan berkurang dan tidak lagi ditimbun di TPA Tamangapa.
Selain itu, teknologi ini juga mencegah rembesan air lindi, mengurangi bau, dan memanfaatkan panas yang dihasilkan untuk pembangkit listrik.
Jack menegaskan, proyek ini bukan memindahkan TPA dari Manggala ke Tamalanrea. PSEL di Tamalanrea akan menjadi pusat pengolahan sampah menjadi energi listrik, bukan tempat pembuangan sampah.
Sampah yang diolah bersumber dari sampah harian masyarakat dengan kapasitas 1000 ton per hari. Ditambah 300 ton sampah dari TPA Tamangapa, total 1.300 ton sampah diolah setiap harinya.
Pengolahannya pun dilakukan secara tertutup sehingga tak ada kebocoran, tak ada bau dan gas buang akan melalui proses pembersihan.
“Jadi saya harap masyarakat jangan khawatir. Kami memiliki teknologi yang bisa mencegah bau busuk, pencemaran udara dan air,” jelasnya.
Dia menambahkan, PSEL Makassar akan dilengkapi dengan dua jalur insinerasi. Masing-masing dengan kapasitas pengolahan harian 650 ton, serta satu unit turbin uap generator berkapasitas 35 MW.
Kapasitas yang dapat disalurkan ke jaringan listrik adalah 26 MW, dengan produksi listrik tahunan sebesar 210 juta kWh. Kapasitas total pengolahan sampah harian proyek ini mencapai 1.300 ton.
“Listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk sekitar 150.000 rumah tangga. Tidak hanya itu, abu hasil insinerasi juga akan dimanfaatkan kembali untuk diproduksi menjadi paving block,” jelas Zhang.(egg)

Leave a Reply