KLIKSANDI.COM, Gowa — Masih ingat dengan hukum Archimedes yang dipelajari di bangku sekolah? Hukum Archimedes menyatakan sebuah benda yang tercelup (seluruhnya atau sebagian) dalam fluida (zat cair atau gas) akan mengalami gaya ke atas (gaya apung) yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut.
Secara sederhana, benda yang berada dalam fluida akan terasa lebih ringan karena adanya gaya dorong ke atas dari fluida tersebut.
Tim Pemadam Kabakaran (Damkar) Kabupaten maros menggunakan hukum Archimedes itu untuk melakukan evakuasi sapi yang tercebur ke dalam sebuah sumur. Sapi seberat 70 kilogram itu tercebur ke dalam sebuah sumur yang sempit. Tentu membutuhkan tenaga yang cukup besar untuk menarik sapi itu dari sumur dengan kondisi yang selamat.
Tetapi petugas Damkar tidak kehilangan akal. Sapi yang tercebur itu diikat dengan tali, tetapi tidak langsung ditarik. Petugas Damkar malah mengisi sumur itu dengan air dalam jumlah yang banyak.
Dengan begitu, sapi yang tercebur itu langsung mengapung ke permukaan. Sehingga, para petugas Damkar Maros lebih mudah untuk menyelamatkan sapi itu.
Kepala Dinas Damkar Maros, Jufri, mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 14.07 Wita dari warga bernama Wati (38).
“Tanggul sumur di lokasi memang pendek, sehingga sapi bisa jatuh ke dalam,” ujarnya.
Sapi berbobot sekitar 70 kilogram itu diketahui tidak diikat oleh pemiliknya. Sebanyak 14 personel Damkar dikerahkan menggunakan dua armada dan tali tambang. Proses evakuasi dimulai pukul 14.38 Wita.
“Sumur kami isi air dari tangki armada hingga penuh, sehingga sapi bisa mengapung ke permukaan,” kata Incident Commander, Muh Faathir Makmur.
Metode ini memanfaatkan gaya angkat air sesuai Hukum Archimedes. Evakuasi berakhir pada pukul 15.10 Wita dengan kondisi sapi selamat.(egg)

Leave a Reply