Peneliti asal Amerika Pakai Drone Ungkap Distribusi Penyakit Menular di Makassar

Peneliti dari Stanford University, Amerika Serikat (AS), Morgan Tarpenning saat mengungkap potensi sebaran penyakit menular di Makassar. Dia meneliti dengan menggunakan teknologi drone.

TELITI. Peneliti dari Stanford University, Amerika Serikat (AS), Morgan Tarpenning saat mengungkap potensi sebaran penyakit menular di Makassar. Dia meneliti dengan menggunakan teknologi drone.

KLIKSANDI.COM, Makassar — Seorang peneliti dari Stanford University, Amerika Serikat (AS), Morgan Tarpenning melakukan penelitian di Makassar. Peneliti ini mengungkap potensi penyebaran penyakit menular kaitannya dengan sebaran sampah yang ada di Makassar.

Hasil penelitiannya itu diungkapkan pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas). Morgan memaparkan hasil penelitiannya di Makassar yang mengungkap hubungan distribusi sampah dengan risiko penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Zika, dan Chikungunya.

“Kami menggunakan teknologi drone, teknologi ini memungkinkan deteksi lokasi yang sulit dijangkau oleh metode survei berjalan, termasuk ban bekas yang ditemukan di atap bangunan,” urainya.

Dia mengungkapkan, metode ini terbukti bisa mengidentifikasi lebih banyak sebaran sampah 2,4 kali lebih besar dibanding dengan metode survei darat. Dia menyebut, berkat teknologi ini, sebesar 22 persen sebaran sampah yang tidak terdeteksi melalui survei darat, akhirnya bisa terungkap.

Temuan ini, kata dia, sangat penting sebagai informasi kepada pemerintah Kota Makassar untuk memetakan sebaran sampah dan sebaran penyakit menular. Berkat data ini, kata dia, pemerintah bisa mengerahkan program pengelolaan sampah secara lebih efektif.

“Melalui drone juga tim peneliti memetakan titik-titik sampah yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti,” katanya.

Dia menambahkan, selain melakukan pemetaan secara visual, dirinya juga melakukan penelitian dengan metode wawancara. Respondennya adalah 25 ibu rumah tangga di Kecamatan Tallo, serta menganalisis sekitar 500 data survei dari kolaborasi Unhas dan Stanford University.

Pendekatan ini bertujuan memahami persepsi, praktik, serta tantangan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan komunitas, baik pada musim kemarau maupun musim hujan.

Dekan FKM Unhas, Prof Sukri Palluturi menyebut kehadiran Morgan sebagai narasumber internasional memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa baru. Tidak hanya dalam memahami permasalahan kesehatan lingkungan, tetapi juga bagaimana teknologi dan penelitian lapangan dapat berpadu untuk melahirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi salah satu suplemen materi PKKMB yang memperkaya wawasan mahasiswa baru FKM Unhas, sekaligus memperkuat komitmen fakultas dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi kesehatan masyarakat,” urainya.

Peneliti asal AS ni merupakan penerima Fulbright Research Fellow dan Merigan Infectious Disease Fellow dari Stanford University. Dia melakukan penelitian di Kota Makassar dan secara khusus hadir di hadapan para mahasiswa baru FKM Unhas.(egg)

Leave a Reply