KLIKSANDI.COM, Maros — Puluhan warga dari Kabupaten Maros mendatangi kantor Polrestabes Makassar. Mereka melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oknum travel dan biro perjalanan umrah, PT Cahaya Mulia Ilahi.
Salah satu korbannya diketahui bernama Rohani. Dia merasa diperas dan ditipu oleh pemilik travel.
Rohani mengatakan, owner itu mengaku atas nama Hj. Ainun, namun sebenarnya atas nama Nursing. “Kami telah melakukan laporan ke Kantor Kemenag, Imigrasi Makassar dan di Polrestabes Makassar hari ini, “ucap Rohani, saat datang melapor di Mapolrestabes Makassar, Senin (4/8/2025).
Laporan itu dilayangkan lantaran pihak travel diduga menahan paspor milik para calon jemaah dan meminta tebusan sebesar Rp5 juta per orang agar bisa dikembalikan.
“Kami ini awalnya dijanjikan hanya bayar Rp5 juta sudah bisa berangkat. Sisanya, Rp30 juta bisa dicicil dan sebagian cash,” beber Rohani.
Namun, janji tinggal janji. Setelah sebagian jemaah melakukan pelunasan, komunikasi dengan pihak travel justru semakin berbelit.
“Saat kami mau pelunasan, tiba-tiba diarahkan ke pihak bank. Padahal tidak pernah dibicarakan sebelumnya. Kami kira itu sudah final,” keluhnya.
Tak hanya itu, Rohani mengaku mendapat ancaman dari pihak travel. Menurut dia, uang mereka tidak bisa dikembalikan lantaran paspor mereka sudah didaftarkan untuk biaya tiket pesawat.
“Tapi waktu diminta bukti tiket, tidak bisa ditunjukkan,” kata dia.
Pihak travel juga sempat meminta pelunasan sisa Rp42 juta jika ingin paspor dikembalikan. Ia juga mempertanyakan logika pernyataan tersebut.
“Kenapa paspor kami jadi seolah mau disalahgunakan? Kalau sekadar ke Australia atau ke mana, itu kan hak kami. Kecuali kalau ada penyalahgunaan paspor,” tandasnya.
Iming-iming yang dijanjikan travel juga disebut tidak sesuai kenyataan. Termasuk soal promosi satu orang gratis jika berhasil membawa sepuluh jemaah.
“Saya ajak sampai 20 orang supaya kakak saya bisa gratis. Tapi ternyata tidak ada keberangkatan. Malah saya disuruh bayar Rp10 juta lagi,” sesalnya.
Puncaknya, Rohani mengaku sangat kecewa lantaran orang yang pertama kali menghubungkan keluarganya dengan pihak travel adalah tantenya sendiri.
“Kami percaya karena keluarga. Tapi ternyata bukan niat baik yang kami dapat. Saya laporkan tiga orang, tante saya, dan dua orang dari travel itu,” kuncinya.(egg)

Leave a Reply