KLIKSANDI.COM, Manado — Aksi heroik Agam Rinjani saat evakuasi jasad pendaki Brasil, Juliana Marins di Gunung Rinjani, beberapa waktu lalu telah membuka mata, bahwa masih banyak orang baik di Indonesia. Setelah Agam Rinjani, kini ada Abdul Rahman Agu, sosok pria yang menyelamatkan balita yang terjun ke laut saat KM Barcelona V terbakar.
Gelar pahlawan untuk Abdul Rahman Agu ini disematkan oleh netizen. Anak kecil itu bukanlah anak Abdul Rahman. Dia mengaku, anak itu dititipkan seorang ibu yang sudah kelelahan saat berenang.
“Ibu itu minta tolong. Tolong, tolong kasian, bawa anak saya. Ini ibu sudah lelah, jadi saya juga ambil itu ade. Belum (belum kenal), tidak (sebelumnya belum pernah tegur sapa selama di dalam kapal),” kata Abdul Rahman.
Aksi heroik Abdul Rahman Agu tersebut langsung menuai pujian dari para warganet, memberikan doa dan ucapan terima kasih kepadanya, bahkan menyebutnya sebagai seorang pahlawan.
- “Sehat-sehat bang Abdul Rahman Agu”.
- “Terima kasih pahlawan”.
- “Terima kasih orang baik. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yan berlipat”.
- “Bang sumpah kamu keren. Semoga Allah membalas semua kebaikan kamu”
Dalam akun Facebooknya, Abdul Rahman Agu memposting isi WhatsApp dirinya dengan orang tua dari anak yang diselamatkannya. “Pagi ini keluarga Ade yg saya tolong chatting lewat wa,, memberikan ucapan terimakasih. Pembuka keharuan hati di pagi ini,” tulisnya.
KM Barcelona ini berlayar dari Pelabuhan Kepulauan Talaud menuju Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pada Minggu, 20 Juli 2025. Namun, dalam perjalanan ada musibah yang melanda ratusan penumpang kapal itu.
Aksi pahlawan Abdul Rahman ini terekam jelas dalam siaran langsungnya di Facebook miliknya. Ia terlihat mulai merekam kejadian itu saat masih berada di atas kapal dan api belum terlalu besar. Namun itu bukan siaran langsung, hanya video pendek.
Setelah itu, Abdul Rahman lalu merekam kejadian saat ia sudah berada di tengah laut lengkap dengan pelampung. Diketahui, ia memutuskan melompat ke laut karena api semakin besar dan asap semakin tebal.
Tak hanya Abdul Rahim yang memutuskan melompat, banyak penumpang lain juga yang memutuskan hal yang sama. Setelah Abdul Rahim ada di tengah laut, di sana lah kisah pahlawannya menyelamatkan balita yang diketahui bukan anaknya.
Sembari menenangkan dengan halus sang balita, Abdul Rahim sesekali meminta pertolongan pada kapal nelayan yang melintas.
“Tolong, ada anak kecil. Tolong sini om,” serunya dengan suara yang lantang.
Tak lama setelah teriakan berkali-kali oleh Abdul Rahim, balita itu pun berhasil diselamatkan dan dievakuasi oleh kapal kecil yang diduga kapal nelayan.
“Ini belum ada bantuan. Tapi sudah ada perahu kecil yang bisa menyelamatkan adek-adek (anak-anak) yang diselamatkan. Anak-anak prioritas,” katanya dalam siaran.(egg)

Leave a Reply