Sempat Dikira Begal, Kini Terungkap; Polisi di Makassar Ditembak Adik Sendiri

Penembakan

Ilustrasi, Senjata

KLIKSANDI.COM, Makassar Kasus penembakan terhadap anggota Polres Pelabuhan, Makassar, Aiptu Noval ini terungkap. Ternyata pelakunya bukanlah begal seperti yang dituduh sebelumnya. Aiptu Noval ternyata ditembak oleh adiknya sendiri yang diketahui bernama Suardi atau Andi yang juga anggota polisi.

Fakta tersebut terungkap dalam ekspose perkara Restorative Justice (RJ) yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Selasa (15/7/2025). Dalam ekspose tersebut, Suardi atau Andi disangkakan melanggar Pasal 360 ayat (1) KUHP.

Ekspose RJ ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejati Sulsel Agus Salim, didampingi Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Rizal Syah Nyaman, Koordinator Nurul Hidayat, dan Kepala Seksi Orang dan Harta Benda (Kasi Oharda) Alham. Kejari Makassar turut mengikuti ekspose secara virtual.

Agus Salim menjelaskan, insiden bermula di pertigaan Jalan Jalahong, Kota Makassar, pada Sabtu (3/5/2025) sekitar pukul 23.00 WITA. Saat itu, korban meminta Suardi atau Andi untuk membantu menangkap DPO kasus pencurian motor.

“Dalam insiden tersebut terjadi letusan senjata api yang mengenai dada kanan korban. Akibatnya, korban mengalami luka tembak, sempat menjalani operasi dan dirawat inap selama tiga hari di RS Bhayangkara Makassar,” ujar Agus Salim.

Menurut Agus Salim, usulan RJ didasarkan beberapa hal: tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, merupakan tulang punggung keluarga, dan luka korban sudah sembuh. Selain itu, korban juga sudah mengajukan permohonan RJ dan tercapai kesepakatan perdamaian antara keduanya.

“Tersangka dan korban adalah saudara kandung, masyarakat juga merespons positif penyelesaian kasus ini lewat RJ. Tersangka bukan residivis,” jelas Agus.

Permohonan RJ disetujui setelah dinilai telah memenuhi syarat dan ketentuan dalam Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Keadilan Restoratif.

“Kita sudah melihat testimoni korban, tersangka, dan tokoh masyarakat. Korban sudah memaafkan tersangka,” kata Agus.

Agus juga meminta jajaran Kejari Makassar segera menuntaskan administrasi agar tersangka bisa segera dibebaskan. “Saya berharap penyelesaian perkara ini zero transaksional untuk menjaga kepercayaan pimpinan dan publik,” tegasnya.

Fakta ini berbeda dengan keterangan awal pihak kepolisian yang menyebut Aiptu Noval tertembak oleh Aldi Monyet, yang merupakan DPO kasus begal.

Sebelumnya, Aiptu Noval diberitakan tertembak saat hendak menangkap Aldi Monyet di kawasan Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar, Sabtu dini hari (3/5/2025). Akibat luka tembak di dada, ia sempat dirawat intensif di RS Bhayangkara Makassar.

“Kita sedang mengejar pelakunya dan identitas sudah kita kantongi,” tambahnya.

Kapolrestabes juga menyampaikan bahwa kondisi korban saat itu sudah membaik setelah menjalani perawatan medis.(egg)

Leave a Reply