Sopir dari Bantaeng Diadang dan Diancam Parang di Jeneponto

Kolase foto saat warga Bantaeng, Saharuddin diadang parang di Jeneponto

DIADANG. Kolase foto saat warga Bantaeng, Saharuddin diadang parang di Jeneponto

KLIKSANDI.COM, Jeneponto — Seorang warga Kabupaten Bantaeng bernama Saharuddin diadang di Kabupaten Jeneponto saat melintas dengan mobil pikap. Tidak hanya diadang, mobil Saharuddin juga diserang dengan parang.

Kejadian itu terekam kamera dan mendadak viral. Saharuddin juga sudah melaporkan kejadian itu ke kantor polisi. Kasus ini, sementara dalam penanganan aparat kepolisian.

Insiden itu terjadi di Dusun Punagaya, Desa Bontorappo, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (13/7/2025) sekitar pukul 17.30 WITA.

Dalam video yang diunggah akun Facebook Suwandi Nyonyok pada Senin (14/7), terlihat seorang pria mengenakan kaus hitam menebas bagian belakang mobil pikap dengan sebilah parang.

Meski telah dilerai warga, pelaku tetap mengayunkan senjata tajamnya ke arah kendaraan.

Kapolsek Batang, Iptu Purwanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban bernama Saharuddin, seorang pengemudi asal Kabupaten Bantaeng, sedang melintas bersama anaknya, Septiani, saat diadang oleh pelaku yang diketahui bernama Saparuddin.

“Pelaku meminta uang kepada korban. Karena tidak diberikan, pelaku langsung menghunus parang dan menyerang mobil korban,” ujar Iptu Purwanto.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian dan membuat laporan polisi atas nama korban. Hingga kini, pelaku masih dalam pencarian.

“Kami sudah mendatangi rumah pelaku dan keluarganya, namun belum berhasil ditemukan. Tim intel masih melakukan pencarian,” kata Purwanto.

Menurut polisi, pelaku yang merupakan warga Dusun Parang II, Desa Allutarowang, dikenal sering membuat keributan di lingkungan tempat tinggalnya.

Pihak kepolisian juga telah meminta keluarga pelaku agar kooperatif. Situasi di lokasi kejadian saat ini dilaporkan aman dan kondusif. Polsek Batang terus melakukan pengawasan untuk mencegah aksi balasan atau provokasi.

“Langkah-langkah seperti patroli rutin, penggalangan dengan pihak terkait, serta penyelidikan lebih lanjut terus kami lakukan,” pungkasnya.(egg)

Leave a Reply