KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Sejumlah daerah di Sulsel mulai melaksanakan program seragam sekolah gratis di tahun ajaran baru ini. Sebagian daerah tersebut diketahui merujuk program seragam sekolah gratis yang telah diterapkan di Kabupaten Bantaeng sejak 2018-2024. Kini, Pemkab Bantaeng malah menghapus program itu.
Sekedar diketahui, pada 2018-2024, pemerintah Kabupaten Bantaeng menerapkan program gratis perlengkapan sekolah dari TK sampai SMP. Banyak orang tua siswa merasa terbantu berkat keberadaan program ini.
Tahun ini, pemerintah Kabupaten Bantaeng tidak lagi menggratiskan program perlengkapan sekolah itu. Setiap orang tua siswa membeli sendiri seragam sekolah yang mencapai jutaan rupiah per siswa. Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzi orang tua bebas memilih tempat untuk membeli seragam sekolah.
“Saya tegaskan, tidak boleh sekolah mewajibkan atau mengarahkan orang tua siswa membeli seragam di tempat tertentu atau di toko tertentu,” katanya, Rabu, 9 Juli 2025.
Berikut ini fakta sejumlah daerah di Sulsel yang telah menerapkan program seragam sekolah gratis di Sulsel:
- Parepare Kucurkan Rp5 M, Satu Siswa Setara Rp1,2 Juta
Pemerintah Kota Parepare tahun ini sudah mulai menerapkan program seragam sekolah gratis di daerah itu. Tahun ini, pemerintah mengucurkan Rp5 miliar untuk menyentuh 4.480 siswa yang ada di Parepare. Setiap satu orang siswa mendapatkan jatah seragam sekolah senilai Rp1,2 juta. Paket tersebut berisi seragam merah putih, seragam pramuka, seragam olahraga, baju batik, sepatu, dan tas.
“Tanggal 11 itu barang sudah ada di Parepare. Insyaallah kita bagikan di hari pertama masuk sekolah, tanggal 14 Juli,” kata Kadis Dikbud Parepare, Makmur.
- Gowa; Sentuh 20.390 Siswa
Pemerintah Kabupaten Gowa juga melaksanakan program seragam sekolah gratis. Program ini adalah janji politik Bupati Gowa, Siti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin. Janji politik ini terealisasi di 138 hari kerja bupati terpilih. Paket seragam sekolah gratis yang diberikan berupa seragam putih merah (SD), putih biru (SMP), dasi, topi, ikat pinggang, sepatu, dan tas sekolah.
“Ini adalah wujud komitmen kami untuk mewujudkan pemerataan pendidikan. Seragam sekolah gratis ini disalurkan bertahap kepada seluruh siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP,” kata Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang di hadapan ratusan siswa.
- Jeneponto, Seragam Sekolah untuk SMP
Kabupaten yang bertetangga dengan Bantaeng, Jeneponto juga melakukan program seragam sekolah gratis. Di Jeneponto, seragam sekolah gratis ini menyasar para pelajar SMP untuk tahap pertama. Daerah yang masuk dalam jajaran lima daerah termiskin di Sulsel ini juga melakukan program seragam sekolah gratis dengan menyasar warga yang masuk kategori miskin ekstrem.
“Ini akan menyeluruh ke siswa penerima di sekolah lain se Kabupaten Jeneponto,” katanya.
- Bulukumba, Terapkan Sistem Return jika Ukuran tak Cocok
Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga sudah menerapkan program seragam sekolah gratis tahun ini. Hanya saja, program ini hanya menyentuh untuk siswa tingkat SD dan SMP saja.
Uniknya, Pemkab Bulukumba menerapkan sistem return (pengembalian) jika ukuran baju tidak cocok atau tidak layak pakai. “Apabila dalam satuan pendidikan tersebut, mungkin ada yang tidak sesuai dengan ukurannya atau pun jumlah pakaian yang diterima berbeda dengan jenis kelaminnya, itu dilakukan terus sistem return atau kembalikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba, Andi Buyung Saputra.
- Kabupaten Luwu, “Seragam gratis plus”
Pemerintah Kabupaten Luwujuga menerapkan program seragam sekolah gratis. Program ini bernama “seragam gratis plus”. Program ini hanya menyentuh siswa SD dan SMP. Total penerima adalah sebanyak 5.097 untuk SD dan 5.048 orang untuk SMP.
“Jadi bukan hanya seragam sekolah, tapi plus dengan sepatu dan tas,” kata Bupati Luwu Patahudding.(egg)

Leave a Reply