Bulukumba Revitalisasi 100 Hektare Tambak tak Produktif

Ilustrasi tambak

Ilustrasi: Tambak

KLIKSANDI.COM, Bulukumba — Pemerintah Kabupaten Bulukumba akan mulai melakukan revitalisasi 100 hektare lahan tambak tidak produktif di Bulukumba. Revitalisasi lahan tambak itu dilakukan untuk peningkatan produksi sektor perikanan budidaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya lokal.

Revitalisasi direncanakan dimulai tahun ini dengan target awal seluas 100 hektare. Namun pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

“Program ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan tambak yang selama ini tidak lagi menghasilkan, agar bisa kembali produktif dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir,” ujar Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dani Susanto, Selasa 1 Juli 2025.

Dani menjelaskan bahwa kesuksesan revitalisasi tambak sangat bergantung pada keterlibatan aktif para pembudidaya. Oleh karena itu, Dinas Perikanan mendorong penerapan 7 Langkah Pengelolaan Tambak yang Baik dan Benar, agar pengelolaan budidaya, khususnya udang, dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.

Berikut 7 langkah yang dianjurkan:

  • Persiapan tambak dengan mengeringkan tambak, membalik tanah, dan pemberian kapur untuk menetralkan pH.
  • Pemupukan alami, berupa pemupukan dengan pupuk kandang dan urea guna menumbuhkan fitoplankton.
  • Pengisian air, dengan cara tambak diisi air hingga 0.8–1 meter dan didiamkan agar plankton tumbuh.
  • Pemilihan Benih dengan cara memilih benih udang sehat, berkualitas, dan bersertifikat.
  • Penebaran benih, menebar benih di waktu yang tepat dengan kepadatan ideal.
  • Manajemen pakan, memberikan pakan sesuai fase pertumbuhan udang.
  • Monitoring rutin, dengan cara mengamati kondisi air dan kesehatan udang secara berkala.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan biosekuriti, menjaga kualitas air, serta pencegahan hama dan penyakit sebagai bagian dari sistem budidaya berkelanjutan.

“Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya mengejar hasil produksi, tapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan usaha budidaya jangka panjang,” tegas Dani.

Dinas Perikanan juga akan menyediakan pendampingan teknis kepada kelompok pembudidaya dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan guna mendukung pelaksanaan program di lapangan.(egg)

Leave a Reply