Penabrak KLM Asia Mulia Teridentifikasi, Ada Empat Kapal Besi dari Bantaeng Dicurigai

PENCARIAN. Tim SAR Gabungan memperluas pencarian tiga penumpang KLM Asia Mulia yang karam setelah ditabrak kapal besi di perairan laut Bantaeng.

PENCARIAN. Tim SAR Gabungan memperluas pencarian tiga penumpang KLM Asia Mulia yang karam setelah ditabrak kapal besi di perairan laut Bantaeng.

KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Syahbandar Jeneponto akhirnya mengidentifikasi kapal besi yang menabrak Kapal Layar Motor (KLM) Asia Mulia di perairan Bantaeng. Penyelidikan mengenai penabrak KLM Asia Mulia ini kini mengerucut pada empat kapal besi yang diperkirakan dari Kabupaten Bantaeng.

Identifikasi itu dilakukan melalui Vessel Traffic Service (VTS) Makassar. Awalnya, Syahbandar mendapati sembilan kapal besi melalui rekaman VTS saat kejadian itu. Setelah diteliti, kini kapal penabrak KLM Asia Mulia mengerucut ke empat kapal.

“Ada sekitar empat kapal, saat ini kita masih ada tahap pendalaman jadi sudah ada bahan mentah tinggal kita olah,” kata Kepala Kantor Syahbandar Jeneponto, Arman Saleh.

Ia menyampaikan, empat kapal tersebut akan disinkronkan dengan berita acara korban ABK KLM Asia Mulia yang berhasil selamat. Ia juga meminta agar proses penyelidikan lebih lanjut segera dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

“Setelah mengerucut kami sampaikan potensinya, nanti PPNS kamilah yang akan menindaklanjuti untuk penyelidikan,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada kapal yang merasa melakukan tabrakan untuk segera bersikap kooperatif. “Kami minta pelaku tabrakan segera melapor secara terbuka. Ini demi kejelasan dan keadilan bagi korban,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, KLM Asia Mulia dilaporkan tenggelam usai diduga ditabrak kapal besi di perairan Kabupaten Bantaeng pada Kamis (19/6/2025) pukul 04:00 Wita. Kapal yang mengangkut 57 ekor sapi dan delapan penumpang ini terbelah dua setelah ditabrak sebuah kapal besi yang tidak dikenali.

Lima ABK berhasil selamat, sementara tiga orang lainnya belum ditemukan hingga saat ini. Basarnas Makassar telah mengerahkan kapal bantuan untuk mendukung pencarian. Melibatkan unsur TNI AL, BPBD Bantaeng-Jeneponto, Syahbandar dan relawan setempat.

Sekedar pemberitahuan, KLM Asia Mulia melakukan rute pelayaran dari Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin 16 Juni 2025. Kapal tersebut rencananya sandar di Pelabuhan Bungeng, Jeneponto, namun naas mengalami kecelakaan.

Lima kru kapal yang selamat ditemukan terombang-ambing oleh nelayan dan dievakuasi ke Kantor Syahbandar Jeneponto.(egg)

*Berikut data korban selamat:

  • Ebit, asal Kajuara, Bone
  • Asrul, asal Kajuara, Bone
  • Pance, asal Alor, NTT
  • Supri, asal Alor, NTT
  • Harun, asal Alor, NTT

*Korban yang masih dalam pencarian:

  • Supriadi (Kapten Kapal) asal Kajuara, Bone
  • Asdar, asal Kajuara, Bone
  • Aldi, asal Kajuara, Bone

Leave a Reply