KLIKSANDI.COM – Makassar -Pemanfaatan ruang laut dan pantai untuk kepentingan pribadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini menjadi sorotan serius. Wilayah laut dan pantai di Makassar semakin banyak dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk kepentingan komersial.
Beberapa lokasi yang telah teridentifikasi antara lain Pantai Indah Bosowa, Pantai Akkarena, serta kawasan Center of Point Indonesia (CPI) yang dikelola oleh pemerintah provinsi dan Citraland.
Lebih jauh lagi, terdapat dugaan adanya perusahaan yang mengkavling laut dan bahkan mengurus sertifikat hak milik atas lahan tersebut.
Fenomena ini memicu kekhawatiran akan maraknya pemanfaatan laut dan pantai yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
Menanggapi hal ini, aktivis hukum Syamsul Bahri Majjaga mendesak anggota Komisi III DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan untuk segera memantau dan menindaklanjuti situasi yang berkembang.
“Jika dibiarkan, pengusaha-pengusaha nakal akan semakin bebas mengambil alih laut dan pantai untuk dijadikan lahan bisnis pribadi,” kata Syamsul, Jumat (31/1). Dilansir media Ideatimes.
Syamsul juga mengungkapkan adanya dugaan perusahaan yang telah menimbun laut dan memperoleh sertifikat hak milik atas lahan tersebut, yang seharusnya menjadi perhatian serius.
“Ini jelas harus menjadi perhatian mereka, tapi saya lihat mereka justru diam. Atau mungkin ada sesuatu yang tersembunyi?” tandasnya.
Syamsul pun mengimbau agar anggota Komisi III DPR RI tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan tegas terhadap permasalahan ini.
“Kami tunggu gebrakan mereka,” tambahnya. (*)

Leave a Reply