Dicecar Metode Ilmiah, Rismon Sianipar Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Rismon Sianipar

Ahli forensik digital, Rismon Sianipar. (YouTube.com/LangkahUpdate)

KLIKSANDI.COM – Ahli forensik digital, Rismon Sianipar, menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya terkait kasus tudingan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi. Pemeriksaan ini berlangsung pada Senin, 26 Mei 2025.

Usai diperiksa, Rismon mengungkapkan bahwa tim penyidik mengajukan pertanyaan seputar metode ilmiah yang ia gunakan dalam kajiannya.

“Saya tadi ditanyakan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan metode-metode ilmiah yang saya kaji,” ungkap Rismon kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 26 Mei 2025.

Rismon menuturkan, dirinya dicecar hingga 97 pertanyaan oleh penyidik. Namun, ada beberapa pertanyaan yang ia tidak bersedia jawab lantaran berkaitan dengan hal teknis.

“Bagaimana saya mengkaji secara ilmiah, secara teliti, berkaitan dengan lembar pengesahan Pak Jokowi, yang saya dapatkan dari UGM maupun dari ijazah yang di-upload oleh saudara Dian Sandi,” terangnya.

Ahli forensik digital itu menjelaskan, pemeriksaan ini berkaitan dengan laporan Jokowi pada tanggal 30 April 2025 lalu. Rismon menyebut, salah satu yang ditanyakan tim penyidik berkaitan dengan kontennya di media sosial.

“Terkait dengan akun X saya juga, akun X @sianiparrismon, dan akun diskusi saya dengan Pak Roy Suryo di diskursus network, berikut juga dengan video saya di akun Bali G, akun YouTube, Bali G Akademi,” sebut Rismon.

Dalam pemeriksaan tersebut, Rismon diminta menjelaskan proses kajian dan analisisnya terhadap lembar pengesahan dan skripsi Joko Widodo, termasuk algoritma dan metode yang ia gunakan.

“Di mana saya mengkaji, menganalisa lembar pengesahan dan skripsi Pak Joko Widodo, terkait dengan algoritma yang saya gunakan, metode-metode. Jadi saya terangkan sedikit yang dibutuhkan,” tukasnya.

Pemeriksaan Rismon Sianipar ini menjadi babak baru dalam kasus tudingan ijazah palsu yang terus bergulir, dengan fokus pada validitas metode ilmiah yang digunakan dalam analisis forensik digital. (*)

Leave a Reply