KLIKSANDI.COM, Selayar — Warga Kepulauan Selayar menemukan seekor lumba-lumba yang terdampar di pesisir Pantai Selayar. Kondisi lumba-lumba itu penuh luka. Warga mengobatinya, lalu melepaskannya kembali ke tengah laut.
“Iya, ada (lumba-lumba terdampar). Satu ekor,” ujar Kepala Dinas Perikanan Selayar Andriany Gusram.
Lumba-lumba itu ditemukan warga setempat di pesisir pantai Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Benteng, Selayar, Selasa (10/6) sekitar pukul 09.45 Wita. Andriany mengungkapkan terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya, terutama di sirip dan kepala.
“Ada beberapa luka. Ada di sekitar siripnya sama di kepala,” katanya.
Dia menyebut, ada banyak faktor yang menyebabkan luka pada lumba-lumba. Bisa karena serangan hewan laut, bisa juga karena jaring nelayan.
“Jangan sampai diserang hewan laut yang lain atau bagaimana. Saat terdampar sudah luka kayak begitu. Bisa jadi karena kena jaring hanyut atau diserang hiu,” katanya.
Menurut Andriany, lumba-lumba yang bergerombol kerap melarikan diri ke pinggir pantai saat merasa terancam. Dugaan sementara, hewan itu mencari perlindungan usai mengalami serangan di laut.
Kejadian langka ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh seorang warga bernama Eka Bli. Dalam video tersebut, terlihat lumba-lumba tersebut tergeletak di tepi pantai dengan luka di beberapa bagian tubuhnya. Eka Bli menyampaikan kekhawatirannya bahwa perilaku lumba-lumba yang mendekati daratan bisa menjadi pertanda bahwa hewan tersebut sedang sakit atau bahkan dalam kondisi sekarat.
“Kalau lumba-lumba naik ke pinggir pantai seperti ini biasanya karena sakit atau mau mati,” ujar Eka dalam video itu.
Belum diketahui penyebab pasti luka-luka pada lumba-lumba tersebut. Namun, warga yang melihat kejadian ini berharap ada tindakan dari pihak terkait untuk mengevakuasi dan memeriksa kondisi mamalia laut tersebut.
Fenomena lumba-lumba terdampar seringkali dikaitkan dengan berbagai faktor, seperti infeksi penyakit, gangguan sonar, hingga perubahan suhu laut. Lembaga konservasi diharapkan segera turun tangan untuk menyelidiki kasus ini dan memberikan pertolongan jika memungkinkan.
Sementara itu, lumba-lumba itu hanya diobati dengan seadanya sebelum dilepas. Diketahui, tidak ada dokter hewan khusus hewan laut yang standby di Kepulauan Selayar sehingga lumba-lumba itu diobati dengan antiseptik sebelum dilepas.
“Tadi kami menelepon dokter hewan yang ada di Selayar bagaimana evakuasinya atau pengobatan lukanya. Cuma, dokter khusus hewan laut itu nggak ada di Selayar. Tadi ada dokter yang berusaha membantu, mengobati lukanya pakai betadine. Kita juga lihat di Google kayak begitu,” bebernya.(egg)

Leave a Reply