KLIKSANDI.COM, Subang — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi “atraksi” saat menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Dedi yang sudah lama menduda ini banyak menggombal dan menyanjung kemolekan Sherly Tjoanda yang merupakan janda tiga anak saat berkunjung di Lembur Pakuan, Subang.
“Menyengat mana sama mataharinya Malut?” tanya Dedi Mulyadi kepada Sherly, dikutip dari Instagram @DEDIMULYADI71 pada Minggu (8/6/2025).
“Lebih panas di Malut,” jawab Sherly.
“Malut itu panas, tapi bisa menghasilkan gubernur yang putih kinclong,” lontar Dedi Mulyadi sambil tertawa.
Saat pertemuan, Dedi Mulyadi juga sempat singgung perkawinan. Saat itu, suara Hyang Sukma Ayu Mulyadi Putri terdengar. Dedi langsung meminta anaknya yang masih berusia 6 tahun itu ikut pertemuan, menemui Sherly dan rombongan.
“Ni Hyang itu ya teriak-teriak? Suruh ke sini, kasihan baru ketemu tadi pagi,” kata Dedi.
Dedi menjelaskan ke Sherly betapa anaknya posesif. Ni Hyang tidak mau kalau ayahnya kawin lagi.
“Ancaman saya bagi dia itu kalau dia udah enggak nurut. ‘Ya udah kalau enggak nurut ayah mau kawin.’ Langsung dia ‘Jangan ya ayah kan punya Ni Hyang’,” kata Dedi menirukan percakapannya dengan Ni Hyang.
Ni Hyang pun masuk dan menyalami Sherly dan rombongan. Namun, Dedi melihat gelagat Ni Hyang yang memperhatikan sosok Sherly.
“Waduh langsung ngeliat,” kata Dedi.
Ni Hyang tidak lama, ia pergi setelah memeluk ayahnya dan berbincang sebentar. “Kamu kalau lihat yang cantik tuh matanya. Langsung set dia tuh cari perhatian dia,” kata Dedi.
Sherly pun tersenyum tersipu. “Lucu ya masih punya anak kecil,” kata Sherly, yang merupakan orang tua tunggal dari tiga anak itu.
Pada pertemuan yang ditayangkan di Youtube @KANGDEDIMULYADICHANNEL Minggu (8/6/2025) malam itu, Sherly mengaku ingin belajar birokrasi dari Dedi.
Dedi pun menerima Sherly dengan pakaian khasnya yang serba putih. Seperti mengikuti tuan rumah, Sherly pun memakai baju dan celana warna senada.
Sambil duduk santai, Dedi dan Sherly membicarakan sejumlah hal, dari mulai pendapatan tukang sate sampai perkawinan. Dedi menceritakan, kediamannya, Lembur Pakuan, kerap didatangi masyarakat dari berbagai daerah.
“Di sini kalau hari Minggu 10.000 orang kunjungannya,” kata Dedi.
Sherly pun mengaku sama dengan pengunjung lain, ingin menikmati keasrian sawah Lembur Pakuan.
“Tadi saya jalan tuh ramai pada duduk-duduk kaya piknik gitu. Saya ke sini juga mau lihat sawah ya dari TikTok, kanan kiri sawah itu,” kata Sherly.
Dedi merekomendasikan bersantap sate di dekat kediamannya yang menjadi favorit pengunjung.
“Makan sate, tukang satenya itu saya cek kamu dapat berapa, jadi Sabtu Minggu itu dia dapat Rp 150 ta sampai Rp 200 juta,” kata Dedi.
Sherly terperangah mendengar pendapatan tukang sate di sekitar kediaman Dedi. “Per? Sehari?” tanya Sherly.
Dedi menanggapi dengan mengungkap penjual sate di Purwakarta yang bisa mendapat omzet Rp 1 miliar per hari.
“Ada yang kalau di Purwakarta dulu, sate yang dulu saya branding ketika saya bupati, (omzet) Rp 1 miliar sehari,” kata Dedi.
Dedi menjelaskan, hasil penjualan besar pedagang sate itu bisa kembali menjadi pendapatan daerah melalui pajak. “Ngukurnya pajak, bayar pajaknya Rp15 miliar,” kata Dedi.
Dedi juga bercerita soal cara dapat tingkat kepuasan publik mencapai 95 persen.
Seperti diketahui, Indikator Politik Indonesia menggelar survei pada 12-19 Mei 2025 bertajuk ‘Evaluasi Publik atas Kinerja 100 Hari Gubernur-Gubernur di Jawa’.
Hasilnya, menunjukkan 95 persen warga Jawa Barat puas dengan kinerja Dedi Mulyadi.
Dedi mengungkapkan caranya mencapai angka kepuasan publik tertinggi se-Pulau Jawa itu.
Menurutnya, kunci publik puas dengan kinerja kepala daerahnya adalah dengan transparansi.(egg)

Leave a Reply