Perang Kelompok di Makassar Telan Korban Lagi, Warga Tewas Terkena Busur di Dada

Ilustrasi: perang kelompok

Ilustrasi: perang kelompok

KLIKSANDI.COM, Makassar Perang kelompok di Kampung Sapiria dan Kampung Layang di kecamatan Tallo, Kota Makassar seakan tidak ada habisnya. Kini perang kelompok itu kembali menelan korban jiwa.

Seorang pria bernama Basir Daeng Ngalle (40) dilaporkan meninggal dunia setelah terkena busur di dadanya. Busur tersebut diketahui menembus jantung korban hingga tewas setelah sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, membenarkan adanya korban meninggal dunia dalam insiden tawuran yang kembali terjadi di wilayah Tallo tersebut.

“Iya, (satu orang meninggal dunia) 40 tahun umurnya korban. Kena dada, busur. Anggota masih di lapangan,” kata Devi saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian korban.

Aparat gabungan dari Unit Jatanras Polrestabes Makassar, Resmob Polda Sulawesi Selatan, serta personel Polsek Tallo telah tiba di lokasi kejadian sejak insiden berlangsung.

“Anggota Jatanras masih di Tallo (untuk amankan situasi dan melakukan penyelidikan),” ucap perwira menengah dengan dua bunga melati di pundaknya tersebut.

Selain memburu pelaku, kepolisian juga memastikan situasi keamanan di wilayah Tallo tetap terkendali pasca-tawuran yang menewaskan satu orang warga.

Dia mengaku kondisi di Sapiria dan Layang kini sedang tidak baik. Menurutnya, kedua kelompok kembali memanas setelah kejadian itu. Hingga kini, aparat masih bersiaga di lokasi guna mencegah terjadinya bentrokan susulan antara kedua kelompok pemuda yang terlibat konflik.

Ia pun mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik lanjutan.

“Tapi mudah-mudahan aman. Dihimbau untuk tetap tenang dan percayakan kepolisian,” tutupnya.

Informasi yang dihimpun, perang kelompok itu terjadi setelah enam orang dari kampung Layang melakukan penyerangan di kampung itu. Mereka diketahui hendak membakar mobil milik warga kampung.

Korban sendiri dilaporkan hendak melerai pertikaian itu. Namun, saat itu, sudah terjadi saling serang dengan menggunakan busur.

“Dia mau suruh mundur anak-anak yang perang, menghalau begitu, tidak lama, dia yang dikena di situ. Dia mau lerai, dia di depan lerai, kena busur, di sininya (dada). Tadi banyak sekali orang baku serang pakai busur, bawa parang juga,” kata seorang warga, Juhardi.(egg)

Leave a Reply