Pulang Kampung, Agam Rinjani Turun Tangan Bantu Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500

Agam Rinjani

Agam Rinjani

KLIKSANDI.COM, Pangkep — Agam Rinjani, pemandu dan relawan penyelamat yang terkenal saat evakuasi WNA di Gunung Rinjani akhirnya pulang kampung. Dia ikut turun tangan membantu evakuasi korban pesawat ATR 42-500.

Agam yang terkenal dengan keberaniannya membantu korban di medan terjal ini menyampaikan keterlibatannya itu melalui video yang diunggah di media sosial instagram miliknya. Dalam video itu, terlihat sejumlah peralatan yang disiapkan oleh Agam untuk melakukan evakuasi korban kecelakaan pesawat.

“Persiapan ikut membantu proses evakuasi pesawat jatuh di Maros!” tulis Agam dikutip Selasa (20/1/2026).

Dia meminta pengikutnya agar mendoakan semua korban pesawat tersebut agar segera ditemukan. “Doakan semua segera ditemukan! Amin,” ujar Agam yang merupakan alumni Korpala Unhas ini.

Pesawat ATR 400 yang jatuh di Sulsel diketahui milik maskapai Indonesia Air Transport. Pesawat itu hilang kontak saat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Pencarian segera dilakukan oleh berbagai pihak. Titik terakhir pesawat terpantau berada di kawasan perbukitan dan hutan di sekitar Leang-leang, Kabupaten Maros

Ada sepuluh orang di pesawat itu. Terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Cuaca buruk dan medan berat menjadi kendala utama dalam upaya pencarian dan evakuasi. Tim SAR yang terjun, melibatkan helikopter dari TNI Angkatan Udara, serta peralatan canggih untuk menjangkau titik yang tersebar di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Pencarian membuahkan hasil dengan ditemukannya serpihan pesawat di lereng Gunung Bulusaraung. Beberapa bagian badan pesawat ditemukan berserakan.

Evakuasi korban pertama sempat dilakukan, namun kondisi medan yang sangat terjal menjadi hambatan serius. Satu korban berhasil dievakuasi dari dalam jurang sekitar 200 meter dari titik jatuh pesawat di Kawasan Bukit Bulusaraung.

Lalu korban kedua ditemukan meninggal di area tebing yang sangat curam. Tim SAR terus menyisir area tersebut untuk menemukan korban atau bukti lain.

Sampai saat ini, masih ada delapan korban yang belum ditemukan. Kotak hitam pesawat juga belum ditemukan.(egg)

Leave a Reply