Jelang Hari Perlawanan Rakyat Luwu, Isu Pemekaran Luwu Raya Memanas

PROVINSI LUWU RAYA. Warga Kabupaten Luwu memasang spanduk ucapan selamat datang di Provinsi Luwu Raya.

PROVINSI LUWU RAYA. Warga Kabupaten Luwu memasang spanduk ucapan selamat datang di Provinsi Luwu Raya.

KLIKSANDI.COM, Luwu Raya Isu pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Raya kembali memanas jelang peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu yang jatuh pada 23 Januari 2026, mendatang. Sejumlah aktivis, tokoh masayarakat dan politisi di Luwu Raya kembali mengingatkan janji pemerintah tentang pemekaran Provinsi Luwu Raya ini.

Bahkan, beredar kabar jika peringatan hari perlawanan Rakyat Luwu akan diwarnai dengan aksi demonstrasi besar-besaran. Para aktivis di empat kabupaten di Luwu Raya mengaku akan menutup akses trans Sulsel hingga pemekaran Luwu Raya dikabulkan. Aksi ini disebut-sebut akan berlangsung pada 23 Januari 2026.

Pemekaran Provinsi Luwu Raya sendiri sudah mendapat dukungan dari banyak pihak. Dukungan terbaru datang dari Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau. Ia menegaskan dukungan Kedatuan Luwu terhadap tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

“Keinginan anak-anakku semua adalah keinginan kami juga. Saat ini, jangan biarkan tokoh-tokoh Tana Luwu hanya berdiam dan bersimpuh tangan melihat perjuangan anak-anakku sekalian,” ujar Datu Luwu menggunakan pengeras suara di hadapan massa aksi.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memperjuangkan cita-cita tersebut. “Hari ini, mari kita bersama-sama mengangkat tangan dan menanamkan dalam diri kita bahwa Tana Luwu adalah harga mati,” ucapnya sembari mengangkat tangan kanannya.

“Terus berjuang dan tetap semangat memperjuangkan Provinsi Luwu Raya ini,” tambahnya.

Dukungan serupa juga disampaikan Ketua BPD KKLR Palopo, Jamaluddin Nawir. Menurutnya, aksi mahasiswa membutuhkan semangat dan dukungan yang lebih besar lagi.

“Saya kira aksi kita masih butuh semangat yang lebih besar lagi. Saya siap memfasilitasi air minum seribu dus untuk anak-anakku yang menyuarakan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Kasih nyala itu di depan,” ujarnya sambil menunjuk ke arah jalan di depan Kantor Wali Kota Palopo.

Ia bahkan menyatakan dukungan terhadap rencana aksi penutupan jalan sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah.

“Saya sangat mendukung aksi menutup jalan selama sepekan nanti, buat tidak ada akses masuk dan keluar Luwu Raya, biar pemerintah melihat. Karena kalau tidak viral, keinginan kita tidak akan terealisasi,” tegasnya.(egg)

Leave a Reply