KLIKSANDI.COM, Makassar — Seorang remaja berinisial ASP (17) dibunuh oleh tetangganya sendiri berinisial IA (45). Pembunuhan ini dipicu masalah sepele, hanya karena korban berisik saat bermain game online.
Kasus pembunuhan ini terjadi di Jalan Baji Minasa IV, Tamparang Keke, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku sempat melarikan diri usai membunuh korbannya. Beruntung, polisi segera menangkapnya.
“Pelaku sudah ditangkap dan telah diserahkan prosesnya lebih lanjut ke Polsek Mamajang,” ujar Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin.
Peristiwa penikaman korban tersebut terjadi pada Senin (6/4) dini hari di Jalan Baji Minasa IV. Kronologi kejadian, saat pelaku IA dan kakaknya IW merasa terganggu suara ribut sejumlah remaja yang bermain game Online.
“Saat itu korban bersama teman temannya nongkrong di dekat rumah pelaku yang mana pada saat itu pelaku merasa terganggu karena sering terjadi tawuran atau keributan di sekitar situ. Pelaku menegur untuk pindah,” katanya.
Setelah berpindah tempat di ujung lorong, kakak pelaku kembali terusik dengan suara gaduh mereka selanjutnya mendatangi korban dan rekannya. Korban merasa tidak terima ditegur setelah pindah tempat sehingga terjadi adu mulut.
“Terjadi percekcokan antara korban dengan kakak pelaku. Tiba tiba datang dari arah belakang pelaku (IA) langsung menusuk korban mengenai perutnya. Saat itu langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara, namun meninggal dunia,” tuturnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mamajang AKP Alim Bahri Usman mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit usai mengalami luka tusuk, namun dinyatakan meninggal dunia.
“Korban sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, tapi nyawa korban tidak tertolong akibat luka tusuk yang dialami pada bagian pinggang sebelah kiri,” ucapnya.
Usai kejadian, keluarga menerima informasi korban telah dibawa ke rumah sakit dalam kondisi terluka parah. Belakangan, kabar terbaru korban sudah meninggal dunia di Unit Gawat Darurat RS Bayangkara. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke kantor polisi.
“Pelaku mengakui melakukan penganiayaan dengan menusuk korban menggunakan benda tajam jenis badik sebanyak satu kali,” kata Alim menjelaskan.
Ketua RW Tamparang Keke bernama Indonesia, membenarkan kejadian penikaman itu gara-gara teguran bermain gim daring. Awalnya ada empat remaja bermain gim. Pemilik rumah melarang agar tidak ribut. Setelah dilarang, mereka pindah tempat sekitar 50 meter dari rumah pelaku.
“Di lokasi kedua sepertinya terjadi adu mulut, namun cuman sebentar. Tiba-tiba dari arah belakang IW muncul pelaku membawa senjata tajam dan menikam korban,” tuturnya menceritakan.
Usai pemakaman korban di Kabupaten Takalar, diduga sejumlah rekan korban yang emosi langsung bergerak ke rumah pelaku dan merusaknya dengan melempari baru hingga jendela kaca rumah pecah. Aksi itu sempat dicegah warga agar tidak anarkis, serta meningkatkan pengamanan agar tidak terjadi kejadian susulan.(egg)

Leave a Reply