KLIKSANDI.COM, Pangkep — Sebuah video viral beredar di media sosial. Video itu memperlihatkan sebuah mobil minibus yang mengebut di Trans Sulawesi tepatnya di Poros Barru-Pangkep.
Mobil Avanza berwarna silver itu melaju dengan menyalakan lampu hati-hati. Terdapat kain putih yang diselipkan di bagian pintu belakang mobil tersebut.
Pengunggah video itu diketahui bernama Noval. Video itu direkam oleh orang lain yang kebetulan melintas di jalan itu. Dalam keterangannya, Noval meminta maaf karena berkendara ugal-ugalan sebab sedang mengantar jenazah.
“Mohon maaf saya ugal-ugalan di jalan atas, ada jenazah saya antar ke rumah duka dan adanya keluarga yang menunggu di rumah duka,” tulisnya dalam keterangan video.
Jenazah itu ternyata berasal dari Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) menuju Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Noval mengaku ngebut karena ingin jenazah cepat sampai di rumah duka.
“Bukan saya yang rekam itu, pengendara lain, dia upload baru saya minta,” ujar Noval.
Noval menceritakan jika keluarga korban menghubunginya untuk mengantar jenazah ke Pangkep pada Sabtu (4/3) malam. Dia menerima orderan tersebut karena merasa kasihan dan menjemput jenazah di kawasan Pasar Saludongka, Kecamatan Pakue Utara, Kolaka Utara.
“Saya dihubungi keluarganya, diminta bawa jenazah ke selatan (Sulawesi Selatan). Saya langsung iyakan karena kasihan. Sabtu malam itu saya berangkat sekitar jam 8,” ucapnya.
Dia kemudian tiba di Siwa, Kabupaten Wajo pada Senin (5/4) sekitar pukul 02.00 Wita. Sekitar pukul 06.00 Wita, Noval bertemu keluarga korban kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangkep.
“Tiba di Siwa sekitar jam 02.00 Wita dan menunggu keluarga jenazah, setelah datang 2 mobil keluarganya jam 06.00 Wita, kami berangkat ke Pangkep,” bebernya.
Dia mengaku terpaksa ngebut karena ingin jenazah cepat sampai di Pangkep untuk dimakamkan. Dia menghitung sekitar 17 jam lamanya perjalanan dari Kolaka Utara ke Pangkep mengantar jenazah.
“Jika ditotal, perjalanan dari Kolaka Utara hingga rumah duka memakan waktu sekitar 17 jam. Saya memang ngebut kasihan itu jenazah harus segera dimakamkan sama keluarganya,” katanya.
Noval mengungkapkan keluarga korban tidak sanggup membayar biaya sewa ambulans dari Kolaka Utara ke Pangkep sekitar Rp 15 jutaan. Biaya tersebut terbilang mahal karena dihitung berdasarkan jarak tempuh.
“Kalau pakai ambulans itu hitungannya kilo (kilometer). Biasanya dari Makassar ke Tenggara (Sultra) itu bisa Rp 15-17 juta. Keluarga tidak mampu, jadi saya yang antarkan ke Pangkep,” ungkapnya.
Dia sendiri tidak mematok tarif mengantar jenazah. Noval mengaku hanya meminta pengganti uang bensin ke keluarga korban. “Tidak ada patokan harga, seikhlasnya saja untuk uang bensin. Ini soal kemanusiaan,” pungkasnya.(egg)

Leave a Reply