KLIKSANDI.COM, Makassar — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan (Sulsel), Jufri Rahman mengungkap data tentang pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang tak wajar di Sulsel. Jufri mencium adanya dugaan praktik penimbunan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
Jufri mengatakan modus yang digunakan pelaku mulai dari memodifikasi tangki truk hingga mengganti pelat kendaraan agar bisa mengisi berulang kali. Praktik ini dinilai sangat merugikan karena menguras jatah bahan bakar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat luas.
“Fenomena saat ini ada motor yang mengisi hingga ratusan ribu (rupiah). Saya imbau sebaiknya mengisi sekali saja. Ada juga mobil truk yang dimodifikasi tangkinya, lalu keliling dari satu SPBU ke SPBU lain. Bahkan pelatnya diubah-ubah. Sekali isi bisa sampai 200 liter, kalau ke empat SPBU bisa 800 liter,” ujar Jufri kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Pihaknya meminta masyarakat untuk mengedepankan sikap tenggang rasa dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Jufri menilai tindakan pengisian berkali-kali dengan tangki modifikasi sudah masuk ke ranah pidana penimbunan.
“Bukan berburuk sangka, tapi dalam kondisi seperti ini kita harus punya tenggang rasa. Jangan karena sekelompok orang hanya memikirkan dirinya, lalu mengurangi jatah orang lain. Itu sudah praktik penimbunan. Kita berharap aparat tegas, jangan ragu-ragu,” katanya.
Jufri mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan tindakan di lapangan terhadap para oknum tersebut. Dia juga mengapresiasi aksi kepolisian yang belakangan viral karena berani menegur pengendara yang mengisi BBM secara tidak wajar.
“Saya lihat di media sosial ada polisi yang menegur pengendara, itu harus kita dukung. Mereka melindungi kepentingan masyarakat banyak,” ucapnya.
Meskipun terjadi antrean dan indikasi penimbunan, Pemprov Sulsel menjamin bahwa pasokan energi di wilayah ini sebenarnya mencukupi. Koordinasi dengan pihak Pertamina terus dilakukan secara intensif guna memastikan distribusi BBM dan LPG tetap terjaga.
“Stok BBM dan LPG kita sejauh ini aman, hanya memang perlu ada mitigasi,” jelasnya.(egg)

Leave a Reply