KLIKSANDI.COM, Jakarta — Arus mudik Lebaran sering kali memaksa pengemudi menempuh perjalanan jarak jauh dengan kondisi lalu lintas yang padat. Dalam situasi ini, musuh terbesar yang wajib diwaspadai adalah microsleep.
Kondisi ini merupakan episode tidur singkat yang terjadi secara tiba-tiba dan sering kali tidak disadari, namun bisa berakibat fatal di jalan raya.
Jika mobil melaju dalam kecepatan 80 km/jam, tertidur selama 3 detik saja akan membuat kendaraan melaju tanpa kendali sejauh hampir 70 meter.
Praktisi kesehatan tidur dr Paulina Thiomas Ulita, SpS menjelaskan bahwa tubuh sebenarnya memberikan sinyal sebelum microsleep terjadi.
“Biasanya matanya udah kedap-kedip, kemudian tubuhnya rasanya rileks. Biasanya udah lemas itu tubuhnya,” kata dr Paulina.
“Kemudian kadang sudah nodding, kepalanya sudah terkantuk-kantuk,” sambungnya.
Selain mata yang mulai sulit terbuka dan menguap berlebihan, tanda-tanda lain yang sering diabaikan meliputi:
- Tatapan kosong atau kedipan mata yang melambat.
- Tubuh terasa tersentak secara tiba-tiba.
- Tidak merespons atau “lemot” saat diajak bicara.
- Tidak ingat kejadian atau jalan yang baru saja dilewati dalam 1 hingga 2 menit terakhir.
Tips menghadapi microsleep
Bahaya microsleep terletak pada kondisi otak yang ‘mati sejenak’ meskipun mata tampak terbuka. Oleh karena itu, pencegahan terbaik adalah dengan memenuhi kebutuhan istirahat sebelum memulai perjalanan mudik.
Idealnya, pengemudi harus segera menepi dan tidur sejenak (power nap) saat tanda-tanda kantuk muncul. Namun, pada puncak arus mudik, rest area sering kali penuh sesak.
“Bisa disiasati dengan makan permen, atau meningkatkan kewaspadaan dengan adanya teman yang mengajak ngobrol. Mengunyah juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi rasa mengantuk. Atau mengonsumsi minuman kopi dan teh yang bisa menjadi salah satu cara menyegarkan kembali (tubuh) dengan kafein,” tutup dr Paulina.(egg)

Leave a Reply