KLIKASANDI.COM, Makassar — Cuaca ekstrem membayangi pemudik lebaran di Sulawesi Selatan, tahun ini. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar (BBMKG Makassar) telah melakukan analisis prakiraan cuaca selama periode mudik lebaran 2026.
Cuaca Sulsel pada periode mudik lebaran diprediksi sebagian besar wilayah berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Plt Kepala BBMKG Makassar, Nasrol Adil mengatakan, BBMKG Wilayah IV Makassar memprediksi potensi cuaca yang terjadi pada periode mudik lebaran, mulai tanggal 13-30 Maret 2026.
Prediksi potensi hujan di pesisir barat wilayah Sulawesi Selatan, mulai dari Kabupaten Pinrang, Kota Parepare, Barru, Pangkep, Maros, dan Kota Makassar.
Begitu juga dengan Sulsel di bagian selatan, meliputi Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, hingga Kepulauan Selayar juga berpotensi diguyur hujan selama periode mudik lebaran.
Selain itu, wilayah Enrekang dan Sidenreng Rappang diperkirakan mengalami hujan. Sementara Soppeng, Wajo, dan Bone diprediksi berawan, sedangkan Sinjai berpotensi hujan.
Di wilayah utara Sulawesi Selatan seperti Toraja Utara, Tana Toraja, Palopo, Luwu, Luwu Utara hingga Luwu Timur juga diprediksi mengalami hujan selama periode mudik Lebaran. Nasrol berharap masyarakat dapat memperhatikan informasi prakiraan cuaca selama masa mudik agar perjalanan tetap aman.
“Kami sangat mengharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman dengan tetap memperhatikan informasi cuaca,” ujarnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto, menyampaikan bahwa BMKG juga melakukan pemantauan khusus terhadap aktivitas penerbangan selama periode mudik dan arus balik lebaran.
“Kami akan terus memantau seluruh bandara yang ada di Sulawesi Selatan. Terdapat tujuh bandara yang dipantau terkait penerbangan mudik dan arus balik,” kata Kukuh.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Makassar, Sukma Tri Yuliasari, menyebut pihaknya turut melakukan pemantauan kondisi perairan di wilayah Makassar dan sekitarnya.
“Kami memantau kondisi maritim di perairan Makassar hingga sejumlah perairan lain, termasuk perkiraan gelombang serta angin timur dan barat,” ujarnya.
Menurut Sukma, kondisi angin diperkirakan berada pada kategori sedang hingga rendah dengan potensi tinggi gelombang sekitar 1 hingga 2 meter di perairan Makassar.
Selain itu, Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Ayi Sudrajat, menjelaskan bahwa prediksi musim kemarau didasarkan pada analisis musim hujan serta dinamika atmosfer dan laut.(egg)

Leave a Reply