KLIKSANDI.COM, Makassar — Arus lalu lintas di jalan Tol Kota Makassar diperkirakan akan mengalami lonjakan hingga enam persen menjelang lebaran. Pengelola memproyeksikan lonjakan trafik itu terjadi di seluruh ruas, mulai Seksi 1, 2, dan 3 hingga Seksi IV.
Jalan tol sepanjang 24,85 kilometer ini menjadi jalur strategis yang menghubungkan pusat bisnis, kawasan permukiman, hingga akses menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Pada momentum Lebaran, pola pergerakan kendaraan menunjukkan karakter berbeda dibandingkan tol antarkota di Pulau Jawa.
Direktur Utama PT Makassar Metro Network (MNN), Ismail Malliungan, menyebut peningkatan volume kendaraan telah diantisipasi sejak awal. Sejumlah skema operasional disiapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode Lebaran.
“Kami memprediksi adanya pertumbuhan lalu lintas sekitar 6 persen selama periode Lebaran tahun ini dibandingkan situasi normal harian,” kata Ismail dalam kegiatan Media Briefing Jalan Tol di Hotel Claro, Makassar, Rabu (4/3/2026).
Menurut MNN, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan volume mencapai 118.906 kendaraan per hari. Sementara puncak arus balik diproyeksikan berlangsung pada 28 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan sekitar 117.853 unit per hari untuk gabungan seluruh ruas.
Untuk menjaga kelancaran di gerbang tol, pengelola menyiapkan penggunaan Toll Lane Portable. Fasilitas ini digunakan untuk membuka lajur darurat saat terjadi antrean kendaraan.
Petugas tambahan juga disiagakan khusus selama periode ini untuk memastikan layanan tetap prima selama 24 jam. Seluruh ruas jalan tol sepanjang 24,85 kilometer didukung 41 gardu tol otomatis dan hybrid, serta armada pelayanan berupa kendaraan derek, ambulans, dan unit patroli.
“Pemantauan waktu nyata (real-time) melalui CCTV terintegrasi juga terus dilakukan untuk merespons cepat setiap gangguan di lapangan,” kata Ismail.
Terkait pemberitahuan diskon tarif tol untuk ruas jalur mudik yang disampaikan pemerintah, Jalan Tol Makassar tidak termasuk dalam kategori yang menerapkan kebijakan tersebut. Ruas ini berstatus sebagai tol dalam kota dengan karakteristik pengguna komuter.
“Jalan Tol Makassar saat ini berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat Makassar dalam menyambut Lebaran,” kata Ismail.
Ismail menegaskan tidak ada kegiatan konstruksi selama periode Lebaran. Kebijakan tersebut mengikuti arahan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kami menyiagakan tim teknik serta stok material yang cukup untuk mengantisipasi perbaikan darurat jika diperlukan. Seluruh sistem pengawasan berjalan optimal agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap lancar di tengah momentum Lebaran” jelasnya.(egg)

Leave a Reply