KLIKSANDI.COM, Makassar — Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV memperkirakan akan terjadi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Cuaca ini dipicu sejumlah fenomena alam, di antaranya adalah Madden Julian Oscillation atau MJO.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil mengatakan, MJO tidak sendirian menjadi pemicu cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Dia menyebut ada kombinasi fenomena yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulsel.
Beberapa faktor yang teridentifikasi selain fenomena MJO ini adalah Gelombang Kelvin, Gelombang Equatorial Rossby, serta konvergensi angin. Kombinasi ini berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif yang memicu hujan lebat.
Berdasarkan prakiraan periode 24 Februari hingga 1 Maret 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di delapan wilayah, yakni Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.
Kondisi ini meningkatkan risiko pohon tumbang, kerusakan atap bangunan, serta gangguan aktivitas masyarakat. BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan.
Ketinggian gelombang diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di Perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkep, Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto.
Selain itu, aktivitas MJO diprediksi memasuki fase 3 (Indian Ocean) dalam beberapa hari ke depan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan. Gelombang Kelvin dan Gelombang Equatorial Rossby juga diprakirakan aktif di kawasan ini.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah kabupaten/kota, antara lain Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Kepulauan Selayar, Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
BMKG mengimbau para pemangku kepentingan dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem lainnya.
Kesiapan infrastruktur drainase, pengelolaan sumber daya air, penghijauan, serta pemangkasan pohon yang rawan tumbang dinilai penting untuk meminimalkan risiko.
Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air, serta aktif memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.(egg)

Leave a Reply