KLIKSANDI.COM, Makassar — Keistimewaan bulan Ramadan bagi umat Islam tentu tidak akan dilewatkan begitu saja. Setiap amalan kebaikan yang dilakukan akan menjadi berkah dan dilipatgandakan pahalanya.
Oleh karena itu, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi kesempatan memperbanyak ibadah serta memperbaiki diri secara spiritual. Berbagai amalan sunah dianjurkan untuk mengisi bulan suci ini. Sejumlah rujukan keislaman menyebutkan bahwa amalan-amalan tersebut dapat membantu menyempurnakan puasa sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut delapan amalan penting yang dapat diamalkan selama Ramadan dilansir dari Baznas Online, Jumat (13/2).
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an
Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Karena itu, memperbanyak tilawah, memahami makna, hingga menargetkan khatam menjadi amalan yang sangat dianjurkan para ulama. - Melaksanakan sahur dan mengakhirkannya
Sahur menjadi salah satu sunah penting sebelum menjalankan puasa. Waktu terbaik sahur adalah di akhir malam mendekati imsak. Sebagaimana sabda Rasulullah:
“Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.” (HR Ahmad). - Menyegerakan berbuka dan membaca doa
Saat azan maghrib berkumandang, umat Islam dianjurkan segera membatalkan puasa, idealnya dengan kurma atau air putih. Disunahkan pula membaca doa berbuka, di antaranya:
“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.” - Melaksanakan salat Tarawih
Salat Tarawih merupakan ibadah sunah khusus di malam Ramadan. Ibadah ini dapat dilakukan berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah sebagai bentuk penghidupan malam-malam Ramadan. - Menjaga ucapan dan menjauhi perbuatan sia-sia
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan buruk, gibah, serta perilaku yang bertentangan dengan hikmah puasa, termasuk berlebihan saat berbuka. - Memperbanyak sedekah kepada sesama
Memberi makan orang berbuka atau membantu yang membutuhkan memiliki keutamaan besar. Pahala yang diperoleh bahkan setara dengan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka. - Memperbanyak iktikaf terutama di sepuluh hari terakhir
Iktikaf di masjid menjadi amalan sunah yang sangat dianjurkan, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar. - Konsisten dalam ibadah dan memperbanyak doa serta zikir
Keistimewaan ibadah terletak pada keistikamahan. Amalan yang dilakukan sebaiknya terus dijaga setelah Ramadan berakhir, disertai doa dan zikir untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan menjalankan berbagai amalan tersebut, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan Ramadan, menyempurnakan puasa, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.(egg)

Leave a Reply