Pengamat Sebut Andi Ina Kartika Sukses Lakukan Konsolidasi dalam Setahun Pimpin Barru

Bupati Barru Andi Ina Kartika

Bupati Barru Andi Ina Kartika

KLIKSANDI.COM, Barru Satu tahun kepemimpinan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari dinilai mampu membangun konsolidasi dengan baik. Konsolidasi yang dilakukan dalam kurun waktu satu tahun dianggap berjalan dengan stabil.

“Setahun kepemimpinan Andi Ina di Barru menunjukkan fase konsolidasi awal yang cukup stabil, terutama melalui narasi percepatan pembangunan dan keselarasan dengan agenda nasional,” kata Konsultan dan peneliti, Muh Asratillah.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang tampil di ruang publik, mulai dari rapat koordinasi pembangunan hingga paparan capaian sektor pertanian, memperlihatkan upaya membangun legitimasi politik berbasis kinerja.

Pemerintah daerah juga dinilai berupaya menempatkan diri sebagai mitra aktif kebijakan pusat dan provinsi. Asratillah menyoroti sektor pertanian sebagai jangkar utama legitimasi pemerintahan. Klaim peningkatan produksi sekitar 19,20 persen dinilai mencerminkan orientasi pada sektor riil yang langsung menyentuh basis sosial masyarakat Barru.

“Pertanian bukan hanya penting dari sisi ekonomi, tetapi juga secara politik. Di daerah dengan karakter agraris, keberhasilan di sektor ini menjadi simbol konkret yang mudah dipahami publik,” ujarnya.

Ia menyebut strategi tersebut dapat dikategorikan sebagai “quick win” yang memperkuat citra efektivitas pemerintahan pada fase awal kepemimpinan.

Selain capaian sektor riil, langkah konsolidasi birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat juga dipandang sebagai bagian dari penataan internal yang lazim dilakukan pada tahun pertama kepala daerah menjabat.

Menurut Asratillah, penataan aparatur bukan sekadar rotasi administratif, melainkan strategi memastikan mesin birokrasi sejalan dengan arah pembangunan yang telah ditetapkan, termasuk prioritas pelayanan publik yang ditegaskan dalam forum konsultasi publik penyusunan RKPD 2027.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa narasi keberhasilan tersebut tidak lepas dari tantangan. Isu pelayanan kesehatan dan dinamika capaian Universal Health Coverage (UHC), misalnya, menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu linear dengan persepsi kesejahteraan masyarakat.

Secara keseluruhan, Asratillah membaca tahun pertama kepemimpinan Andi Ina sebagai periode stabilisasi arah dan konsolidasi kekuasaan administratif. Tantangan berikutnya, menurut dia, adalah memastikan percepatan pembangunan menghasilkan transformasi struktural, bukan sekadar akselerasi program.(egg)

Leave a Reply