KLIKSANDI.COM, Barru — Kereta api rute Maros-Barru dilaporkan mengalami mogok di tengah kalan pada operasi Sabtu, 25 januari 2025. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan.
Kepala Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan (Sulsel), Deby Hospital mengaku jika pihaknya sedang mengevaluasi kejadian itu. Dia menyebut, kereta api yang mogok itu adalah rute stasiun Mandai-Stasiun Garongkong, Barru. Perjalanan kereta api tersebut tidak dapat dilanjutkan saat rangkaian tiba di Stasiun Rammang-Rammang akibat kendala teknis operasional.
Debi mengaku, ada sebanyak 65 penumpang pada kereta api itu. Menurutnya, para penumpang melanjutkan perjalanan dengan bus yang telah disediakan.
“Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik, Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan segera melakukan pengalihan layanan dengan menyediakan 2 unit bus pengganti serta memberikan pengembalian tiket sebesar 100 persen kepada seluruh penumpang,” kata Deby dalam keterangannya.
Dua bus pengganti tersebut melayani dua arah perjalanan, yaitu satu bus menuju Stasiun Garongkong (Kabupaten Barru) bagi penumpang dengan tujuan akhir Barru, serta satu bus menuju Stasiun Mandai untuk melayani penumpang dengan perjalanan pulang-pergi.
Deby juga menyampaikan bahwa Balai telah memberikan teguran kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero selaku operator dan pemilik sarana kereta api.
“Kondisi ini tidak hanya berdampak pada keberlangsungan layanan, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap kepentingan publik serta kredibilitas penyelenggaraan layanan kereta api perintis,” ungkapnya.
Di sisi lain lanjutnya, insiden ini juga menjadi evaluasi internal bagi BPKA Sulsel untuk terus meningkatkan keandalan layanan dengan tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama serta mengoptimalkan sarana yang tersedia.
Lebih lanjut, Deby menegaskan bahwa dalam rangka menjamin keberlangsungan layanan Kereta Api Perintis Makassar–Parepare, Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan telah meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kecukupan dan keandalan sarana yang digunakan saat ini.
“Kami meminta PT KAI untuk menyampaikan kajian dan usulan langkah pemenuhan layanan, termasuk opsi penyediaan sarana cadangan (backup trainset) apabila diperlukan, maupun skema operasional lainnya yang dinilai mampu menjamin kontinuitas layanan, dengan tetap mengacu pada ketentuan kontrak layanan dan aspek keselamatan perjalanan kereta api,” tambahnya.(egg)

Leave a Reply