Demonstran: Copot Direktur PDAM Bantaeng!

DEMO. Sejumlah aktivis di Bantaeng yang tergabung dalam PDAM Bantaeng menutup jalan melakukan aksi unjuk rasa menuntut pencopotan Direktur PDAM Bantaeng, Suwardi.

DEMO. Sejumlah aktivis di Bantaeng yang tergabung dalam PDAM Bantaeng menutup jalan melakukan aksi unjuk rasa menuntut pencopotan Direktur PDAM Bantaeng, Suwardi.

KLIKSANDI.COM, Bantaeng Sejumlah aktivis di Kabupaten Bantaeng melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Bantaeng, Senin, 19 Januari 2026. Mereka menuntut agar Direktur PDAM Bantaeng, Suwardi dicopot dari jabatannya.

Tuntutan ini imbas dari beredarnya rekaman suara Suwardi di media sosial. Dalam rekaman itu, Suwardi menawarkan fee proyek senilai Rp40 juta sampai Rp50 juta kepada seorang pengusaha bernama Alwi. Rekaman itu dianggap sebagai bentuk buruknya tata kelola pemerintahan yang bersih di Kabupaten Bantaeng.

Para pengunjuk rasa ini tergabung dalam Pergerakan Demokrasi Aliansi Masyarakat (PDAM) Bantaeng. Mereka melakukan aksinya dengan menutup jalan poros Bantaeng-Bulukumba. Mereka membakar ban dan melakukan orasi secara bergantian.

Aksi berlangsung kurang lebih tiga jam dan dilakukan di dua titik, yakni kantor PDAM Tirta Eremerasa dan Kantor Bupati Bantaeng. Para demonstran secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti lemahnya pengawasan serta dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh pimpinan PDAM.

“Copot Direktur PDAM Bantaeng! Kami ragu Bantaeng bangkit jika kondisi seperti ini terus dibiarkan. Untuk apa mempertahankan pejabat seperti ini. Urusan PDAM sampai sekarang tidak teratasi karena ada proyek yang lagi dibagi-bagi,” ujar Ilyas, salah satu orator dalam aksi tersebut.

Perwakilan massa akhirnya diterima Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Bantaeng, Asrudin. Dalam pertemuan tersebut, demonstran mendesak agar aspirasi mereka segera disampaikan kepada Bupati Bantaeng Uji Nurdin dan meminta adanya sikap tegas dari kepala daerah.

Para demonstran juga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terhadap agenda pembenahan birokrasi dan pelayanan publik. Mereka menilai, keberlangsungan kepemimpinan di PDAM Tirta Eremerasa justru berpotensi menghambat program pembangunan daerah.

Ilyas menegaskan, pencopotan Direktur PDAM harus dilakukan sesegera mungkin sebagai bentuk tanggung jawab politik dan administratif.

“Kami mendesak sesegera mungkin, kalau perlu hari ini juga, Suwardi diturunkan dari jabatannya,” ucapnya.

Bupati Bantaeng diketahui tidak berada di daerah saat aksi berlangsung. Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak PDAM Tirta Eremerasa maupun Bupati Bantaeng terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.(egg)

Leave a Reply