Kandidat Pilrek Unhas Berebut Simpati WMA Melalui Visi dan Misi

PILREK UNHAS. Tiga calon rektor Unhas usai pemilihan senat akademik Unhas.

PILREK UNHAS. Tiga calon rektor Unhas usai pemilihan senat akademik Unhas.

KLIKSANDI.COM, Makassar Tiga kandidat pemilihan rektor atau Pilrek Unhas akan memaparkan visi dan misi mereka di hadapan Majelis Wali Amanat (WMA), Rabu, 14 Januari 2026, besok. Visi dan misi ini adalah cara para kandidat untuk merebut simpati WMA sebagai pemilik suara di Pilrek Unhas.

Ada tiga kandidat yang akan bersaing menjadi orang nomor satu di Unhas. Mereka adalah sang petahana, Prof Jamaluddin Jompa, dan dua orang penantangnya, Prof Budu serta Prof Sukardi Weda. Ketiga nama ini terpilih dalam penjaringan di tingkat Senat Akademik Unhas.

Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas Ishaq Rahman mengatakan, pemilihan akan dilakukan di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Ishaq menyebut Jakarta dipilih mengingat sejumlah anggota MWA merupakan tokoh nasional. Sehingga guna mengakomodir waktu dan efektifitas pemilihan, maka proses tahap akhir berlangsung di ibu kota.

“Jadi pertimbangan kami pertama itu memang hasil konsultasi dengan pak menteri, pertimbangan efektivitas anggota MWA yang dari kalangan tokoh masyarakat dan ex officio,” kata Ishaq Rahman.

Dia menyebut, secara keseluruhan ada 19 anggota WMA yang tercatat. Namun, dari jumlah itu, hanya ada 17 suara yang berhak memilih. Mereka yang bisa memilih di antaranya unsur Ex-Officio sebanyak 4 orang yaitu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman dan Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas.

Unsur Perwakilan Dosen sebanyak 8 orang. Ada Prof Alimuddin Unde, Prof Andi Niartiningsih, Prof Andi Zulkifli, Prof Asmuddin Natsir. Prof Dwia Aries Tina, Prof Hasanuddin, Prof Kartini dan Prof Arsyad Thaha.

Kemudian Unsur Perwakilan Tenaga Kependidikan sebanyak 2 orang, yakni Fadly Rivai dan Jumiaty Nurung.

Unsur Masyarakat, sebanyak 3 orang yakni CEO PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Pengusaha Arsjad Rasjid dan Ilmuwan Prof Sangkot Marzuki.

“Sesuai aturan dari semua anggota MWA, ada dua tidak memiliki hak suara di pemilihan rektor, yaitu Rektor sementara menjabat (Prof Jamaluddin Jompa) dan Ketua Senat (Prof Baharuddin Thalib),” ujar Ishaq.

Sebelum pemilihan dimulai, para kandidat akan diberikan ruang untuk menyampaikan visi dan misi mereka di hadapan WMA. Dalam penyampaian itu, juga akan diberikan ruang untuk tanya jawab di hadapan panelis.(egg)

Leave a Reply