Bocah Sebatang Kara di Ternate Ternyata Asal Gowa, Segera Dipulangkan ke Kampung Halaman

VIRAL. Bocah sebatang kara bernama Krishatta mendada viral setelah ibunya meninggal di perantauan di Ternate.

VIRAL. Bocah sebatang kara bernama Krishatta mendada viral setelah ibunya meninggal di perantauan di Ternate.

KLIKSANDI.COM, Gowa Bocah sebatang kara di Ternate yang viral di media sosial setelah ibu kandungnya meninggal di perantauan ternyata adalah warga Kabupaten Gowa. Bocah bernama Krishatta itu akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Tompobulu, Gowa.

Kesedihan Krishatta saat menangisi makam sang ibu terekam dalam sebuah video amatir yang kemudian viral. Krishatta dan ibunya diketahui sedang merantau di Ternate, kala itu. Ibunya kemudian meninggal dunia, dan tinggalkan Krishatta seorang diri menangisi makan ibunya.

Dalam video beredar di media sosial, Krishatta terlihat terus menangis di atas pusara ibunya. Tangisannya menggambarkan kehilangan mendalam atas sosok ibu selama ini menemaninya merantau.

Sebelum meninggal dunia, Krishatta sempat menemani ibunya yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Chasan Boesoirie, Kota Ternate. Sang ibu, Diana binti Neppong, menjalani perawatan selama kurang lebih tiga hari sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Usai kepergian ibunya, Krishatta diketahui hidup seorang diri di Ternate. Selama ini, ia hanya mendapatkan pendampingan dan perhatian dari tetangga kos almarhumah ibunya.

Camat Tompobulu, Gowa, Akbar Tola membenarkan jika Krishatta adalah warga Kabupaten Gowa. “Ibu dari anak tersebut pamit ke keluarga untuk mencari pekerjaan. Bahkan sempat dikira akan berangkat ke Malaysia,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Menurut Akbar, komunikasi antara ibu Krishatta dengan keluarga di kampung halaman terputus sudah cukup lama. Keluarga baru mengetahui keberadaan mereka setelah video kesedihan Krishatta viral di media sosial.

“Setelah video itu viral, barulah diketahui bahwa ibu dan anak tersebut berada di Kota Ternate,” tambahnya.

Akbar Tola juga baru mengetahui bahwa almarhumah dan putranya merupakan warga Tompobulu Gowa setelah viral. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

“Insya Allah kita akan jemput dan dikawal oleh KKSS nanti di Bandara agar diasuh oleh keluarganya di sini. Kampung halamannya itu Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu,” jelasnya.(egg)

Leave a Reply