KLIKSANDI.COM, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melantik 6.032 RT dan RW yang terpilih dalam pemilihan langsung secara serentak, bulan lalu. Para RT dan RW ini langsung mendapat tugas pertama setelah pelantikan. Mereka diminta untuk mengawal ketat larangan bunyi petasan di malam tahun baru.
Hal itu diungkapkan Appi kepada seluruh RT dan RW di Makassar. Dia meminta semua RT dan RW mengawal ketat larangan ini.
“Tugas pertama RT dan RW yang baru adalah memastikan di wilayahnya tidak ada penggunaan petasan. Kita akan disupport oleh pihak Kepolisian dan TNI untuk memastikan ini. Supaya tidak ada lagi petasan-petasan yang ada di malam tahun baru nanti,” tegas Munafri.
Larangan ini menjadi perhatian serius pemerintah kota, mengingat setiap tahun selalu ada laporan kecelakaan akibat petasan, serta gangguan ketertiban umum. Oleh karena itu, sinergi antara aparat keamanan dan perangkat pemerintahan di tingkat bawah dinilai sangat penting.
Maraknya penjualan petasan ilegal menjadi perhatian pemerintah. Appi mengatakan, akan melakukan razia di lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi pusat penjualan petasan. “Ya, nanti akan dirazia,” kata Appi.
Sebelumnya, Appi juga melarang masyarakat melakukan konvoi kendaraan saat perayaan pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya menjaga ketertiban, keamanan, serta menunjukkan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah, khususnya di Sumatra dan Aceh.
Ia mengimbau masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun secara sederhana, tertib, dan tidak berlebihan. Di tengah duka yang masih menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, Pemerintah Kota Makassar mengajak warganya menyambut Tahun Baru 2025 ke 2026 dengan cara yang lebih sederhana.(egg)

Leave a Reply