Waspada Banjir Susulan di Bantaeng, BMKG Kembali Keluarkan Peringatan Dini

DUA KALI. Bantaeng dilanda banjir sebanyak dua kali dalam dua hari secara berturut-turut, Minggu 30 November dan Senin, 1 Desember 2025. Siklus banjir di Bantaeng terlihat semakin intens.

DUA KALI. Bantaeng dilanda banjir sebanyak dua kali dalam dua hari secara berturut-turut, Minggu 30 November dan Senin, 1 Desember 2025. Siklus banjir di Bantaeng terlihat semakin intens.

KLIKSANDI.COM, Bantaeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar kembali mengeluarkan peringatan dini untuk 10 derah di Sulsel. Cuaca diperkirakan akan berada dalam kategori waspada dalam dua hari ke depan hingga 4 Desember 2025.

Dari 10 daerah yang masuk kategori waspada itu, termasuk di antaranya adalah kabupaten Bantaeng. Sekedar diketahui, Bantaeng dilanda banjir dalam dua hari berturut-turut pada Minggu, 30 November dan Senin, 1 Desember 2025.

Hingga saat ini, warga Bantaeng masih berbondong-bondong membersihkan rumah mereka dari luapan banjir. Sebagian warga kini memilih mengungsi karena khawatir akan ada banjir susulan.

Peringatan dini cuaca yang dilaporkan BMKG ini diposting melalui laman Instagram @bmkg_sulsel, Selasa (2/12/2205). Dari postingan itu, sejumlah daerah di Sulsel berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Level peringatan cuaca berada pada kategori Waspada. Wilayah yang masuk dalam kategori ini sebagai berikut

  • Kabupaten Luwu
  • Luwu Timur
  • Luwu Utara
  • Tana Toraja
  • Toraja Utara
  • Pinrang
  • Kepulauan Selayar
  • Bulukumba
  • Sinjai
  • Bantaeng

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat menimbulkan genangan, banjir, longsor, serta mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski begitu, tidak ada wilayah yang tercatat masuk dalam kategori Siaga maupun Awas untuk hujan lebat ekstrem pada periode ini. Selain hujan, BMKG juga memberikan peringatan dini potensi angin kencang.

Angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah Sulsel bagian barat dan selatan. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi transportasi laut maupun udara, termasuk meningkatkan risiko gelombang tinggi.

BMKG menegaskan, peringatan dini ini menunjukkan nilai akumulasi hujan harian paling tinggi dalam satu kabupaten atau kota.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi terbaru serta mengikuti imbauan dari pihak berwenang untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.(egg)

Leave a Reply