Belajar dari Kebakaran di Bantaeng, Kenapa Sepeda Listrik Bisa Meledak?

DUKA. Kebakaran yang terjadi di Jalan Pahlawan, Kabupaten Bantaeng, Selasa, 25 November 2025 yang menyebabkan tiga warga Bantaeng tewas. Kebakaran ini dipicu dari meledaknya sepeda listrik.

DUKA. Kebakaran yang terjadi di Jalan Pahlawan, Kabupaten Bantaeng, Selasa, 25 November 2025 yang menyebabkan tiga warga Bantaeng tewas. Kebakaran ini dipicu dari meledaknya sepeda listrik.

KLIKSANDI.COM, BantaengMotor dan sepeda listrik memang punya banyak keunggulan. Mulai dari biaya operasional yang murah, hingga tak mengeluarkan polusi. Tapi ternyata motor atau sepeda listrik juga punya sisi gelap, di mana motor atau sepeda listrik akan menimbulkan dampak sangat fatal jika terbakar atau meledak di dalam rumah.

Kasus kebakaran di Kabupaten Bantaeng yang menyebabkan tiga warga tewas terbakar mungkin bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Kebakaran tersebut diketahui dipicu oleh sepeda listrik yang meledak. Kenapa sepeda listrik bisa meledak?

Seperti yang dilansir laman NBC News, saat ini baterai lithium-ion telah menjadi fitur yang umum dalam berbagai bentuk transportasi baru dan produk peralatan rumah tangga umum. Baterai jenis ini juga ditemukan dalam sistem kelistrikan rumah tangga yang menggunakan panel surya.

Namun jika baterai tersebut rusak atau terlalu panas, baterai tersebut bisa melepaskan gas beracun yang mudah terbakar. Bahkan, gas ini bisa memicu kebakaran hebat, hingga menyebar dengan cepat dan sangat sulit dipadamkan.

“Sumber gas membuat api terkurung dalam sel baterai, dan tidak memungkinkan air untuk masuk,” ungkap Ofodike Ezekoye, ahli kebakaran, juga profesor teknik mesin di University of Texas di Austin.

“Jadi ketika petugas pemadam kebakaran menemui jenis insiden ini, dibutuhkan waktu jauh lebih lama agar bisa mengendalikan api karena membutuhkan lebih banyak air,” sambung dia.

Lembaga independen safety science berskala global, UL Research Institutes, melalui Fire Safety Research Institute (FSRI), pada 2023 lalu telah membuat simulasi kebakaran rumah yang dipicu kebakaran motor listrik. Video simulasi tersebut diunggah di akun YouTube NBC10 Philadelphia.

Di video tersebut, diperlihatkan sebuah motor skuter listrik yang diparkir di ruang tamu, dan diletakkan menempel ke dinding dan dekat dengan sofa. Untuk melihat dampak kebakaran motor listrik tersebut, ditempatkan beberapa kamera di sejumlah titik.

Pada simulasi ini fitur keselamatan di baterai motor listrik tersebut dinonaktifkan. Kemudian motor listrik dalam kondisi sedang diisi ulang baterainya. Setelah dua jam, lantas asap hitam tebal mulai muncul dari bawah jok motor listrik tersebut, yang dilanjutkan dengan ledakan besar.

Ledakan motor listrik tersebut dalam seketika langsung memicu kebakaran hebat di ruang tamu. Jendela rumah pecah dalam waktu 15 detik sejak asap pertama muncul dan 12 menit kemudian ruang tamu terbakar habis, termasuk sofanya. Selain itu, ruangan yang terbakar juga terkontaminasi oleh gas beracun yang dihasilkan baterai lithium-ion yang meledak tersebut.

“Ini terjadi dengan cepat dan tidak memberikan banyak waktu bagi orang untuk bereaksi,” bilang Steve Kerber, Direktur Eksekutif Lembaga UL Fire Safety Research Institute.

Lantas bagaimana cara mencegah baterai motor listrik meledak? Dalam video tersebut disarankan agar konsumen memakai motor listrik yang baterainya sudah tersertifikasi. Kemudian jangan pernah mengecas baterai melebihi kapasitas atau overcharging, dan jangan pernah mengecas baterai motor listrik semalaman atau ditinggal tidur.

Pengguna motor listrik juga disarankan segera keluar rumah dan melapor ke petugas pemadam kebakaran jika melihat motor listrik di rumah mengeluarkan asap.

Sekedar diketahui, Satu unit rumah di Jalan Pahlawan, Lingkungan Tanga-tanga, Kecamatan Bissapu, Kabupaten Bantaeng, terbakar dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia, Selasa (25/11) malam. Diduga penyebab kebakaran akibat sepeda listrik yang meledak.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Bantaeng, Jaemuddin menjelaskan mendapat laporan kebakaran pada pukul 18.57 Wita. Lokasi kebakaran, hanya berjarak 1 kilometer dari Kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Bantaeng.

“Objek yang terbakar ini merupakan rumah milik warga bernama Badria (60). Empat armada dari posko induk dan Campagaloe kita kerahkan untuk memadamkan api,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (26/11).

Jaemuddin mengaku butuh waktu dua jam untuk menjinakkan si jago merah. Meski berhasil memadamkan api, bencana kebakaran menyebabkan pemilik rumah Badria dan dua cucunya FI (10) serta NA (3) meninggal dunia.

“Tiga orang yang ada di dalam rumah tidak tertolong setelah terjebak saat api berkobar,” kata dia.

Jaemuddin menduga penyebab kebakaran akibat sepeda listrik yang meledak. Meski demikian, Jaemuddin menyebut masih menunggu penyelidikan kepolisian untuk memastikan penyebab kebakaran.(egg)

Leave a Reply