KLIKSANDI.COM, Makassar — Polisi akhirnya menangkap pelaku penembakan terhadap warga Sapiria, Nursyam alias Kipas (40). Tersangka diketahui berinisial CBT (35). Dia kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Makassar.
Kepala Kepolisian Daerah Sulsel, Inspektur Jenderal Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, perang kelompok di Sapiria yang mengakibatkan 13 rumah terbakar dipicu tewasnya Nursyam oleh tembakan senapan angin yang mendarat tepat di kepala korban. Dia menyebut, kematian Nursyam memancing amarah warga lainnya untuk kembali melakukan perang kelompok.
“Terkait dengan perang kelompok di Kecamatan Tallo, di mana kita ketahui bersama tanggal 16 November ada seorang warga, asal Sapiria terkena peluru senapan angin pada bagian kepala. Meninggal dunia setelah dilakukan operasi di Rumah Sakit Akademis Makassar,” ujarnya saat jumpa pers di Mapolda Sulsel, Rabu (19/11/2025).
Selain mengamankan pelaku penembakan Nursyam, polisi juga telah mengamankan seorang warga yang terlibat dalam pembakaran 13 rumah di Sapiria. Kini, polisi juga sedang melakukan pemeriksaan intensif untuk menggali siapa tersangka pembakaran rumah lainnya.
“Tadi pagi kami sudah mengamankan satu orang pelaku pembakaran dan kami akan terus mencari pelaku-pelaku lainnya. Itu sesuai komitmen kami dari Polda Sulsel, menjadikan Sulsel dan Kota Makassar menjadi tempat yang paling tidak aman bagi para pelaku kejahatan,” tambahnya.
Djuhandhani mengaku awalnya polisi tidak mengetahui adanya korban meninggal di Sapiria. Akibatnya, polisi tidak mengantisipasi terjadinya perang antarkampung Sapiria dengan Borta, Kecamatan Tallo, Makassar.
“Setelah kami mengetahui dia meninggal, kemudian terjadi kerusuhan ataupun tawuran di Tallo,” tuturnya.
Akhirnya perang antarkampung Sapiria dan Borta kembali pecah pada Selasa kemarin di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Beroangin. Kelompok pemuda di Sapiria melakukan penyerangan terhadap warga Kampung Borta.
“Salah satu rumah di Lorong Bugis perbatasan langsung dengan Lorong Borta dibakar. Dan saat ini kerugian adalah 13 rumah di Lorong Bugis terbakar,” ungkapnya.
Mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri ini menyebut petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyalamatan (Damkarmat) Kota Makassar sudah melakukan pemadaman. Sementara dari kepolisian, menurunkan Brimob dan Samapta untuk melakukan pengamanan.
“Saat ini untuk mencegah agar ini situasi di TKP bisa lebih terjaga dan kondusif, kami melakukan pengamanan. Di mana pengamanan kami perkuat dari Brimob dan Samapta Polda dan juga dari Polrestabes,” tegasnya.(egg)


Leave a Reply