Karam di Perairan Selayar, ABK KM Ainun Putri 7 Hari Bertahan Hidup di Sampan Kecil

SELAMAT. Salah satu ABK KM Ainun Putri, Fadel (kanan) yang selamat setelah 7 hari bertahan hidup di tengah lautan. Kapalnya KM Ainun Putri dilaporkan karam di perairan laut selayar.

SELAMAT. Salah satu ABK KM Ainun Putri, Fadel (kanan) yang selamat setelah 7 hari bertahan hidup di tengah lautan. Kapalnya KM Ainun Putri dilaporkan karam di perairan laut selayar.

KLIKSANDI.COM, Selayar — Seorang anak buah kapal (ABK) KM Ainun Putri, Fadel ditemukan selamat setelah 7 hari terombang-ambing di perairan laut Selayar. Fadel ditemukan selamat setelah bertahan hidup tanpa makan di sebuah sampan kecil kala kapalnya karam di perairan Selayar.

Kapal Motor (KM) Ainun Putri diketahui adalah kapal asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapal ini dilaporkan tenggelam di perairan sebelah selatan Pulau Selayar, Jumat (14/11).

Kapal yang mengangkut enam anak buah kapal (ABK) itu tenggelam akibat mengalami kebocoran pada lambung kapal. Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Kepolisian Resor Selayar, Inspektur Satu Amat Soedachlan mengatakan KM Ainun Putri dilaporkan tenggelam sekira pukul 12.00 WITA, Jumat (14/11).

KM Ainun Putri bertolak dari Pelabuhan Makassar pada Rabu (5/11) menuju Kabupaten Bima dengan memuat barang campuran.

“Setelah dua hari pelayaran, kapal mengalami kebocoran fatal yang membuat air masuk ke bagian lambung hingga akhirnya tenggelam,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya.

Amat Soedachlan menjelaskan bahwa seluruh ABK sempat menyelamatkan diri menggunakan satu unit speedboat dan satu sampan kecil.

Adapun identitas enam orang tersebut yakni Heru (nakhoda), Mael, Andi, Rael, Fadel dan Herman (ABK).

“Mereka berada di atas speed dengan mesin ganda serta persediaan BBM dan bahan makanan. Sementara satu ABK bernama Fadel yang berada di sampan kecil terpisah dari kelompoknya,” ujarnya.

Setelah tujuh hari terombang-ambing di laut, ABK Fadel akhirnya ditemukan oleh seorang nelayan di sekitar rumpon pada Kamis (13/11), sekitar pukul 11.00 WITA. Fadel ditemukan di perairan sebelah selatan Pulau Selayar, sekitar 50 mil dari daratan.

“Korban kini dalam kondisi sehat dan sementara berada di kantor Sat Polairud. Untuk membantu proses pemulangan ke NTB, anggota sudah kami arahkan untuk membawa korban ke Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Selayar agar difasilitasi biaya perjalanan dan akomodasinya,” tuturnya.

Sementara itu, lima ABK lainnya hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya. Namun, Amat menuturkan bahwa speedboat yang ditumpangi mereka memiliki mesin dua unit serta bahan bakar dan perbekalan yang diperkirakan cukup untuk mencapai wilayah Bima.(egg)

Leave a Reply