KLIKSANDI.COM, Makassar — Sebuah tangkapan layar beredar di media sosial dan menjadi viral. Tangkapan layar itu bercerita tentang nasib bocah Bilqis (4). Disebutkan jika Bilqis dijual seharga Rp3 juta secara COD (Cash on Dilevery). Benarkah informasi tangkapan layar itu?
Dalam percakapan tersebut, disebutkan bahwa Bilqis dijual dan dibawa ke Jakarta. Disebutkan pula bahwa transaksi jual beli tersebut dilakukan pada Senin, 3 November 2025. Lokasinya di kos pelaku yang berlokasi di Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar.
“COD (Cash On Delivery) dilakukan di kos pelaku pada malam hari. Transaksi ini dilakukan melalui aplikasi Facebook dan WhatsApp dengan seorang pembeli perempuan yang tidak diketahui identitasnya,” tulis pesan dalam percakapan yang beredar.
Namun, pihak kepolisian melalui Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin menyebut informasi itu belum bisa dipertanggungjawabkan. Dia mengungkapkan bahwa polisi belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
Menurut Wahiduddin, penyidik saat ini masih fokus untuk menyelidiki kasus hilangnya Bilqis tanpa mengonfirmasi apakah ia benar-benar menjadi korban penculikan atau perdagangan anak.
“Kami belum bisa berkomentar lebih lanjut mengenai hal tersebut. Kami saat ini masih fokus dalam penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” jelas Wahiduddin, Kamis (6/11/2025).
Wahiduddin juga menegaskan bahwa polisi masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap motif di balik hilangnya Bilqis. Ia pun enggan berspekulasi lebih lanjut mengenai dugaan perdagangan anak atau peran para pelaku dalam insiden ini.
“Penyidik kami masih bekerja keras mengumpulkan bukti dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang terkait. Kami belum bisa pastikan apakah ini kasus penculikan atau perdagangan anak,” tambah Wahiduddin.
Terkait dengan dugaan pelaku yang telah terekam dalam CCTV, Wahiduddin mengatakan pihaknya masih belum menerima konfirmasi resmi mengenai penangkapan tersebut.
Ayah Korban Curiga
Ayah korban, Dwi Nur Mas (Dimas), mengaku telah menerima informasi dari kepolisian bahwa terduga pelaku penculikan sudah diamankan. Namun, hingga saat ini keberadaan Bilqis masih belum diketahui.
“Pelaku sudah mengaku, tetapi informasi yang diberikan masih belum jelas. Posisi anak saya masih belum ditemukan. Polisi masih mengembangkan kasus ini,” kata Dimas.
Dimas juga menyatakan kekhawatirannya jika anaknya disembunyikan oleh pelaku lain. Dari informasi yang diterimanya, ia mencurigai bahwa Bilqis mungkin menjadi korban sindikat besar perdagangan anak yang beroperasi di Sulawesi Selatan.
“Katanya ini adalah bagian dari sindikat besar yang terlibat dalam penjualan anak-anak di Sulsel. Kami berharap polisi segera bisa mengungkapnya,” harap Dimas.(egg)

Leave a Reply