KLIKSANDI.COM, Takalar — Warga di Desa Moncongkomba, Kabupaten Takalar mengagalkan aksi perampokan di daerah itu. Warga yang geram, kemudian merusak mobil si perampok. Setelah mobil itu ringsek, ditemukan indentitas seorang perwira polisi yang diketahui menjabat sebagai Kanit di Polsek Ujung Tanah, Makassar.
Mobil tersebut diketahui milik AKP Syamsir Limpo. Awalnya, mobil itu disewa oleh pria berinisial IN. Namun, IN menggunakan mobil itu untuk melakukan aksi perampokan.
IN diketahui melakukan aksi perampokan di sebuah rumah Imam Desa Moncongkomba bernama Sainal Daeng Gajang. Mobil Toyota Agya kuning DD 1188 SSR itu kemudian diparkir di halaman rumah Sainal.
IN kemudian masuk ke dalam rumah korban. Dia mencoba merampok dan melakukan penyekapan terhadap pemilik rumah. Salah satu penghuni berhasil melarikan diri dan berteriak minta tolong sehingga warga sekitar datang mengepung rumah itu.
Pelaku langsung panik lalu meninggalkan kendaraannya di parkiran. Warga kemudian meluapkan emosinya dengan merusak mobil tersebut. Polisi datang untuk mengamankan situasi. Kemudian saat dilakukan pemeriksaan ditemukan sebuah kartu anggota Polri di dalam mobil tersebut.
“Iya memang betul ada identitas anggota kepolisian atas nama AKP SL, anggota Polres Pelabuhan Makassar,” kata Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta.
Sementara ini, kata Hatta pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut setelah pihak korban melaporkan kasus ini.
“Pihak korban sudah membuat laporan polisi atas kasus dugaan pencurian karena tidak ada barang hilang. Pelaku masih buron,” jelasnya.
Kapolsek Ujung Tanah, Kompol Made Untung membenarkan jika mobil itu milik anggotanya. Dia menyebut, AKP Syamsir Limpo adalah Kanit Binmas Polsek Ujung Tanah, Makassar, AKP Syamsir Limpo. Mobil disewa oleh terduga pelaku, IN.
“Iya betul itu mobil dia,” kata Kompol Made.
Bermula ketika terduga pelaku, IN hendak menyewa kendaraan milik AKP Syamsir dengan alasan untuk keperluan pribadinya. Namun, Syamsir tidak kenal dengan IN.
“Mau rental, tapi karena tidak cukup uangnya. Intinya mau dirental, tapi karena anggota saya ini kasihan makanya dipinjamkan. Apalagi mengaku mau jemput istrinya,” ujar Untung.
Menurut Untung, AKP Syamsir sama sekali tidak mengetahui jika mobil yang dipinjamkan akan digunakan untuk melakukan aksi tindak kejahatan di wilayah Takalar.
“Sekarang pak kanit ini lagi pusing dia urusi mobilnya itu. Kasihan anggota saya itu, sudah mau pensiun bulan depan malah dapat musibah begini, apalagi mobil itu belum lunas,” katanya.(egg)

Leave a Reply