KLIKSANDI.COM, Takalar — Wilayah Kabupaten Takalar memiliki potensi gempa yang sangat kecil. Meski demikian, jika terjadi gempa di kawasan ini, maka akan bisa memicu terjadinya tsunami di laut flores.
Hal itu diungkapkan Kepala Stasiun BMKG Kelas II Gowa, Rosa Amelia. Menurut dia, penilaian tersebut berdasarkan perhitungan seismisitas atau pemetaan potensi gempa dari kondisi lapisan tanah.
“Seismisitas di Takalar sebenarnya kecil,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengingatkan Takalar tetap bisa terdampak gempa dari daerah lain, seperti sesar Walannae di Bone dan sesar di Laut Flores.
“Jika terjadi gempa signifikan di wilayah Flores, berdasarkan pemodelan BMKG, kawasan Sawakung Beba (Galesong) bisa terdampak tsunami dengan ketinggian sekitar satu meter,” jelas Rosa.
Tsunami diperkirakan mencapai daratan dalam waktu sekitar 90 menit.“Itu waktu yang cukup untuk melakukan evakuasi, sehingga masyarakat perlu dibekali apa saja yang harus diketahui untuk evakuasi,” tambahnya.
Sebelumnya, BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Gowa menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Desa Sawakung Beba. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir Galesong terkait kesadaran dan antisipasi bencana.
“Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami,” jelas Rosa.(egg)

Leave a Reply