KLIKSANDI.COM, Makassar — Ketua DPW PPP Sulsel, Imam Fauzan Amir Uskara didapuk menjadi Sekjen DPP PPP versi Mardiono. Dengan begitu, posisi Ketua DPW PPP Sulsel sebentar lagi akan berganti. Siapa pengganti Imam Fauzan?
Jika melihat potensi yang ada di DPRD Sulsel, maka ada delapan kader PPP Sulsel yang kini menjadi anggota DPRD Sulsel. Mereka punya kelebihan masing-masing dan layak menjadi ketua DPW PPP Sulsel menggantikan Imam Fauzan.
Dari delapan kader PPP yang ada di DPRD Sulsel itu, nama Rifail Ka’bah Faizal Hijaz adalah kader dengan suara terbanyak pada Pemilu 2024, lalu. Rifail diketahui maju di Pileg 2024 di Dapil III (Gowa-Takalar). Suaranya menembus angka 45.849 dan berhasil membuat PPP di Dapil itu meraih dua kursi. Kursi kedua PPP di Dapil itu diraih oleh Rafiuddin (24.514 suara).
Suara kedua terbanyak berasal dari legislator PPP bernama Achmad Fauzan Guntur. Achmad Fauzan maju di Pileg DPRD Sulsel pada dapil V (Bulukumba-Sinjai) dengan total suara 28.141 suara.
Jika dilihat dari senioritas, maka nama Andi Sugiarti Mangun Karim tidak bisa dianggap remeh. Srikandi asal Kabupaten Bantaeng ini dikenal adalah kader PPP yang sudah 33 tahun menjadi legislator. Dia pernah dua periode menjadi ketua DPRD di Bantaeng, dan sudah dua periode menjadi anggota DPRD Sulsel. Saat ini, Andi Sugiarti juga menjabat sebagai ketua PPP Kabupaten Bantaeng. Daftar lengkap legislator PPP di DPRD Sulsel, lihat grafis.
Seperti diberitakan sebelumnya, Imam Fauzan resmi menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025–2030. Atas amanah itu, Imam Fauzan menjadi Sekjen partai termuda sepanjang sejarah PPP.
Pemuda kelahiran 28 September 1996 itu bahkan dua kali mencetak rekor termuda dalam hidupnya selama ini. Sebelumnya, Imam Fauzan juga menjadi anggota DPRD Sulsel termuda pada periode 2019–2024.
Penunjukan itu putra Wakil Ketua Umum DPP PPP Amir Uskara itu sekaligus mengukir karir politik Imam yang sangat cepat.
Keputusan bersejarah itu ditegaskan Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) di Kantor Kementerian Hukum (Kemenkum), Jakarta, Senin (30/9/2025).
Pengesahan ini dilakukan setelah Mardiono mendaftarkan struktur kepengurusan hasil Muktamar X ke Kemenkumham, menjamin legalitas kepengurusan baru.
Perjalanan politik Imam Fauzan sendiri dimulai pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, saat ia maju bertarung di usia 22 tahun. Ia mencalonkan diri di Daerah Pemilihan (Dapil) I Sulsel atau Makassar A.
Dapil A meliputi Rappocini, Makassar, Ujung Pandang, Mariso, Mamajang, Tamalate, Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, Sangkarrang, dan Tallo. Sejatinya, Kota Makassar bukan wilayah basis elektoral ayahnya, Amir Uskara, politisi asal Kabupaten Gowa.
Meski begitu, Imam Fauzan berhasil mengumpulkan 13.589 suara dan melenggang ke DPRD Sulsel. Fauzan pun menjadi anggota DPRD Sulsel termuda periode 2019–2024. Bahkan, Imam Fauzan dipercayakan sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PPP Sulawesi Selatan, Yusran Sofyan, menilai capaian delapan kursi DPRD provinsi yang diraih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel merupakan prestasi penting di bawah kepemimpinan Ketua DPW PPP Imam Fauzan Amir Uskara.
Menurutnya, pencapaian itu layak diapresiasi meski secara nasional PPP tidak lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
“Kalau di Sulsel, PPP cukup membanggakan karena meraih delapan kursi. Ini salah satu prestasi Pak Imam,” kata Yusran di Makassar, Jumat, 3 Oktober 2025.
Sejak awal sebelum Muktamar X baru-baru, ia menyebutkan, jajaran DPW Sulsel solid mendukung Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum.
Konsistensi itu, menurut Yusran, menunjukkan basis Sulsel cukup kuat dalam menopang arah politik PPP. Lebih jauh, Yusran menyampaikan bahwa salah satu opsi yang sebelumnya juga diinisiasi adalah mendorong Imam Fauzan ke level nasional.
Pasalnya menurut dia, Imam layak menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP. “Beliau masih muda, punya magnet kuat untuk menggaet kalangan milenial, dan bisa disejajarkan dengan tokoh nasional asal Sulsel. Posisi sekjen di tingkat nasional itu sangat vital,” jelasnya.
Pihaknya bersyukur lantaran keputusan akhir ketua umum bersama formatur terpilih memilih sosok anak muda 29 tahun itu.
“Itu hak ketua umum dan formatur, kita ikut sesuai parameter. Tentunya banyak pertimbangan yang pasti dipikirkan pimpinan pusat, khususnya kepada sekjen yang baru saja dipilih dalam kepengurusan kali ini,” tambahnya.
Terkait arah kepemimpinan PPP di Sulsel pasca-Muktamar, Yusran belum bisa memastikan apakah Imam Fauzan akan tetap memimpin DPW atau digantikan pelaksana tugas (Plt).
“Itu tergantung DPW, siapa yang mau dipakai untuk wilayah. Nanti kita lihat,” ujarnya.(egg)
KADER POTENSI DI PPP SULSEL:
Dapil II (Makassar B)
Salman Alfariz Karsa Sukardi: 19.890 suara
Dapil III (Gowa-Takalar)
Rifail Ka’bah Faizal Hijaz: 45.849 suara
Rafiuddin: 24.514 suara
Dapil IV (Jeneponto-Bantaeng-Selayar)
Andi Sugiarti MK: 8.858 suara
Dapil V (Bulukumba-Sinjai)
Achmad Fauzan Guntur: 28.141 suara
Dapil VIII (Soppeng-Wajo)
Supriadi Arif: 24.952 suara
Dapil IX (pinrang-Enrekang-Sidrap)
Saharuddin (PPP): 15.537 suara
Dapil XI (Luwu Raya)
Rusli Sunali (PPP): 28.807 suara

Leave a Reply