KLIKSANDI.COM, Makassar – Kasus penyebaran HIV di Sulsel memperlihatkan trend yang meningkat. Kota Makassar dan Kabupaten Gowa adalah dua daerah tertinggi dengan sebaran HIV terbanyak.
Data yang dihimpun, total ada sebanyak 1.214 kasus HIV/Aids pada periode Januari – Agustus 2025. “Kasus tertinggi tercatat di Makassar dan Gowa,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, Yusri pada Jumat (19/8/2025).
Data menunjukkan, Makassar tercatat ada 563 kasus. Sementara di Gowa ada 119 kasus. Palopo diurutan ketiga 79 kasus. Kemudian Bone 46 kasus serta Toraja Utara 42 kasus.
Penyebab penyebaran virus HIV ada beberapa cara. Di antaranya hubungan seksual tanpa pelindung dengan orang yang terinfeksi. Penggunaan bersama jarum suntik yang terkontaminasi.
Dari ibu ke anak selama kehamilan, saat melahirkan, atau melalui ASI. Bisa juga transfusi darah yang terkontaminasi. Dari segi penyebab hubungan seks laki-laki dengan laki-laki jadi terbanyak di Sulsel.
“(Sebanyak) 572 kasus HIV disebabkan LSL,” kata Yusri.
Kasus lainnya cukup tinggi pada pelanggan pekerja seksual sebanyak 59 kasus. Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV, terdapat berbagai pengobatan yang dapat memperlambat perkembangan penyakit.
Sehingga memungkinkan penderita menjalani kehidupan yang lebih normal dan sehat. Ketika HIV berkembang menjadi tahap akhir, kondisi ini dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).
Kondisi ini ketika tubuh hampir tidak memiliki kemampuan untuk melawan infeksi. Dari jumlah kasus tersebut di Sulsel, 74 persen merupakan laki-laki. Lalu 26 persen lainnya perempuan.
Rentang usia 25-49 tahun paling banyak terinveksi, 51 persen. Kemudian 15-24 tahun sebanyak 37 persen. Usia dibawah 15 tahun ada 7 persen. Sedangkan usia diatas 50 tahun ada 5 persen.
Kepala Dinkes Makassar Nursaidah Sirajuddin mengakui angka HIV/AIDS cenderung tinggi dalam tiga tahun terakhir.
“Penularan terjadi lewat hubungan seks tanpa kondom, penggunaan jarum suntik terkontaminasi, transfusi darah, hingga dari ibu ke bayi,” ujar Nursaidah.
Ia menambahkan, hubungan sesama jenis atau lelaki sesama lelaki (LSL) mendominasi angka penularan HIV/AIDS di Makassar.
“Penanganan LSL ini cukup alot karena belum ada regulasi yang memadai, dan menyangkut HAM,” jelasnya.(egg)

Leave a Reply