KLIKSANDI.COM, Makassar — Perang kelompok pecah di kawasan kumuh padat penduduk di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Senin, 15 September 2025. Polisi menduga, perang kelompok ini dibiayai oleh bandar narkoba agar bisnis haram mereka berjalan lancar.
Dugaan itu punya alasan yang kuat. Informasi dari intelijen menyebut, ada bandar narkoba yang mendesain perang antar kelompok itu. Ada beberapa indikasi, salah satunya adalah alat yang digunakan untuk perang kelompok adalah petasan dengan harga yang cukup mahal.
Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi menyebut, para pelaku perang kelompok ini adalah orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk membeli sebungkus rokok saja susah, apalagi jika harus membeli petasan dengan harga yang berkisar Rp100 ribu per petasan.
“Yang jadi pertanyaan saya, anak-anak di sana rokok satu bungkus, bahkan satu batang susah dia beli. Kenapa bisa dia punya petasan biasa sampai 20, kira-kira satu petasan Rp 100 ribu berarti kan Rp 2 juta. Itu jadi pertanyaan saya, seolah-olah dikondisikan,” jelasnya.
Dia juga membenarkan jika kepolisian sudah mendeteksi dugaan peran bandar narkoba di balik perang kelompok itu. “Iya, ada yang ciptakan supaya bisnisnya lancar. Iya itu (bisnis narkoba) kemungkinannya seperti itu. Buktinya, siapa yang ongkosi mereka?” jelas dia.
Indikasi lainnya, kata dia, polisi kini sudah menangkap seorang pelaku perang kelompok berinisial P. Saat ditangkap, pelaku itu ternyata memiliki pengacara. Hal itu cenderung aneh, karena kondisi ekonomi warga di sekitar cukup sulit.
“Ada saya tangkap satu orang berinisial P, ini untuk makan saja susah. Nah, ini pakai pengacara, dari mana ini sewa pengacara? bagaimana caranya?” jelasnya.
Syamsuardi mengaku dugaan ini masih diselidiki untuk diungkap. Namun dia menegaskan dugaan keterlibatan bandar sabu ini sudah menjadi rahasia umum di kawasan tersebut.
“Iya, diduga (bandar sabu terlibat) seperti itu, saya tidak menuduh tapi banyak yang prediksi begitu. Anak-anak di sana juga ngomong begitu, ada yang perintah mereka,” imbuh Syamsuardi.
Sebelumnya, Polisi membubarkan dua kelompok warga yang terlibat bentrokan di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Bentrok warga itu memunculkan berbagai pertanyaan bagi polisi.
Bentrokan terjadi di Jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo, pada Senin (15/9) sekitar pukul 15.00 Wita. Perang kelompok itu berlangsung selama 30 menit hingga dibubarkan aparat kepolisian.
“Kami duluan di sana, sudah di sana minta bubar, tapi tidak mau mendengar, jadi saya hubungi Samapta Polrestabes, baru mereka lari semua,” ujar Syamsuardi.(egg)

Leave a Reply