KLIKSANDI.COM, Jakarta — Solaeman B Ponto seorang intelijen senior di Indonesia membeberkan penyebab demonstrasi yang berujung kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Dia menyebut, kematian driver Ojol, Affan Kurniawan hanyalah pemicu dari kerusuhan itu.
Dalam podcast Diskursus Net, Solaeman B Ponto menyebut, ada kekuatan besar di balik kerusuhan yang terjadi itu. Kekuatan itu adalah puncak dari residu yang terjadi dalam lima tahun belakangan ini. Ini menurut Solaeman disebabkan oleh beberapa pemicu kecil yang akhir membuatkan kemarahan rakyat.
“Saya melihat ini akibat residu lima tahun terakhir katakanlah dari Sambo dan lain-lain,” katanya.
“Ada hal kecil yang terjadi dan memicu kemarahan rakyat,” tuturnya.
Lanjut, menurutnya ini merupakan puncak dari kemarahan rakyat yang kemudian muncul pemicunya. “Masyarakat ini sangat marah sampai yang kemarin itu,” jelasnya.
“Kemudian ada pemicunya, Affan Kurniawan dari situ betapa cepatnya,” ungkapnya.
Dan menurut Solaeman saat ini Indonesia sudah memasuki era Neocortext warfare. Yang dimana, peperangan saat ini terjadi bukanlah dengan senjata namun menggunkan tiga hal. Tiga hal yang dimaksud adalah informasi, opini dan persepsi.
“Di Indonesia kita sudah memasuki era Neocortext warfare. Itu sudah perang generasi kelima,” tuturnya.
“Jadi kita tidak lagi menggunakan senjata, tapi yang digunakan informasi, opini dan persepsi,” terangnya.
Sekedar informasi, Soleman B Ponto adalah adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir adalah Laksamana Muda TNI. Saat berdinas militer dia menjabat Kepala Badan Intelijen Strategis. Soleman, merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut tahun 1978, ia berasal dari kecabangan Korps Pelaut dan mahir dalam bidang Intelijen. (egg)

Leave a Reply