KLIKSANDI.COM, Jakarta — Presiden RI, Prabowo Subianto langsung menggelar rapat paripurna sidang kabinet di istana negara. Sidang kabinet itu membahas sejumlah poin penting terkait aksi unjuk rasa yang diperkirakan terjadi, besok, Senin, 1 September 2025.
Salah satu poin penting dari sidang kabinet itu adalah presiden meminta seluruh jajaran TNI dan Polri untuk kerja sama. Segala bentuk penjarahan, tindakan kriminal dan aksi perusakan fasilitas umum dan fasilitas pemerintah akan mendapat tindakan tegas.
“Presiden memberi penegasan agar semua tindakan pelanggaran yang bersifat kriminal, perusakan benda, fasilitas umum dan harta milik pribadi agar mendapatkan penindakan yang tegas secara hukum,” kata Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam keterangan pers nya.
“Jika terjadi hal-hal yang menyangkut keselamatan pribadi, pemilik rumah pejabat, maka petugas tidak ragu mengambil tindakan tegas, wilayah pribadi maupun institusi negara, dipastikan untuk selalu dalam keadaan aman,” kata dia.
Sjafrie juga menyebut, presiden RI akan terus berada di Indonesia. Presiden, kata dia, akan terus bersama rakyat, memastikan rakyat Indonesia dalam keadaan aman.
“Presiden saat ini berada di tanah air dan akan terus memantau perkembangan yang ada di wilayah nasional kita,” kata dia.
Sjafrie juga menyebut, presiden juga telah memberikan tugas kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk melakukan koordinasi dengan kepala daerah di seluruh wilayah Indonesia. Koordinasi itu dilakukan untuk mengendalikan dinamika dan pemerintahan di daerah.
“Mendagri ditugaskan untuk koordinasi dan mengendalikan pemerintahan di daerah mengikuti secara cermat perkembangan ekonomi yang dibutuhkan oleh rakyat, ini adalah satu kebutuhan bersama, soliditas, seluruh aparat pemerintah pusat dan daerah,” kata dia.(egg)

Leave a Reply