Tiga Calon Rektor Unhas Bakal Mendaftar, Basis Suara Petahana Tergerus?

Gedung rektorat Unhas

Gedung rektorat Unhas

KLIKSANDI.COM, Makassar — Strategi politik jelang Pemilihan Rektor (Pilrek) Unhas semakin terasa. Tiga bakal calon rektor Unhas disebut-sebut akan mendaftar. Ketiga calon rektor ini, berpotensi menjadi kuda hitam dan menggerus suara dua kandidat yang sudah mendaftar.

Informasi yang dihimpun, salah satu bakal Calon Rektor Unhas yang akan mendaftar adalah Prof. Ir. Muhammad Iqbal Djawad, M.Sc., Ph.D. Dia adalah guru besar Fisiologi Lingkungan dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP). Rencananya, Iqbal Djawad akan mendaftar resmi pada Kamis, 28 Agustus 2025 mendatang.

Diketahui, Prof Iqbal Djawad berada satu fakultas dengan sang petahana Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa atau Prof JJ. Jika benar Prof Iqbal Djawad mendaftar, maka dia berpotensi menggerus suara sang petahana itu.

Kepastian pendaftaran Prof Iqbal dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman.

Tidak lama berselang setelah kabar rencana Prof Iqbal yang bakal mendaftar di Pilrek Unhas mencuat, kini ada informasi bahwa bakal calon rektor Unhas ke empat yang akan mendaftar adalah dr. Marhaen Hardjo. Dia juga berencana mendaftar pada hari Kamis, 28 Agustus 2025.

“Kamis, 28 Agustus 2025, pukul 09.30: dr. Marhaen Hardjo yang merupakan Dosen Unhas dan pukul 13.30: Prof. Iqbal Djawad yang juga Dosen Unhas,” kata Ishaq.

Sekedar di ketahui, dr Marhaen Hardjo adalah adalah dosen yang berada satu fakultas dengan Prof Budu. Kali ini, jika dr Marhaen jadi mendaftar, maka basis suara yang tergerus adalah milik Prof Budu.

Selain Prof Iqbal dan dr. Marhaen, Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Sukardi Weda, juga dijadwalkan mendaftar pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Hingga saat ini, PPR Unhas mencatat sudah ada dua bakal calon yang dokumennya dinyatakan sah, yaitu Prof Jamaluddin Jompa atau Prof JJ dan Prof Budu. Dengan demikian, persaingan calon rektor Unhas periode mendatang dipastikan semakin ketat.

Prof Iqbal sendiri baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-559 Unhas pada Februari 2025 lalu, yang langsung dipimpin Rektor Prof JJ. Dalam orasi ilmiahnya, ia menekankan pentingnya bioenergetika untuk meningkatkan efisiensi akuakultur, khususnya dalam menghadapi tantangan stres lingkungan terhadap organisme budidaya.

Ia juga menyoroti urgensi pemahaman biomarker stres dan strategi inovatif dalam budidaya ikan demi menciptakan sistem akuakultur berkelanjutan tanpa merusak ekosistem akuatik. Gagasan ilmiah ini dinilai menjadi salah satu kontribusi pentingnya bagi pengembangan ilmu kelautan dan perikanan di Indonesia.(egg)

Leave a Reply